Way Kanan, MAN 1 (Humas). MAN 1 Way Kanan melaksanakan kegiatan rutinitas di pintu gerbang madrasah berupa “Senyum, Sapa, Salam” yang ditujukan kepada seluruh siswa yang memasuki lingkungan madrasah. Kegiatan ini diposisikan sebagai bagian dari pembentukan budaya madrasah yang menghargai kesopanan dan etika sosial sejak awal hari. Dalam pelaksanaannya, petugas yang berada di gerbang menyambut siswa dengan senyum ramah, memberikan salam “Assalamualaikum” atau “Selamat pagi”, serta menyapa secara personal beberapa siswa dengan nama. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana masuk madrasah yang positif dan kondusif.
Secara teoritis, ritual menyambut siswa seperti ini memiliki landasan yang kuat dalam literatur pendidikan dan psikologi sosial. Penelitian menunjukkan bahwa salam positif kepada siswa saat masuk ke ruang kelas atau madrasah dapat meningkatkan keterlibatan (engagement) dan mengurangi perilaku mengganggu. Selain itu, survei di Jepang menunjukkan bahwa frekuensi siswa menerima salam dari lingkungan sekitar berhubungan positif dengan keterikatan mereka terhadap komunitas madrasah dan kecenderungan melakukan perilaku membantu (helping behaviour). Dengan demikian, kegiatan “Senyum, Sapa, Salam” di gerbang madrasah bukan sekadar simbol etik tapi juga memiliki implikasi nyata terhadap kondisi sosial‐emosional siswa di lingkungan madrasah.
Dalam implementasi kegiatan di MAN 1 Way Kanan, terlihat bahwa para siswa memasuki gerbang secara lebih tertib, dengan gestur menyapa balik yang lebih hangat dibanding hari-sebelumnya. Petugas gerbang melaporkan bahwa beberapa siswa tampak lebih rileks dan menunjukkan ekspresi muka yang lebih positif setelah disambut. Kondisi ini konsisten dengan temuan bahwa interaksi personal secara rutin saat memasuki lingkungan pembelajaran dapat mempersingkat waktu keterikatan siswa (latency to task engagement) dan meningkatkan kesiapan belajar. Selain itu, suasana gerbang madrasah yang menyambut dengan hangat juga berpotensi memperkuat karakter sopan santun dan disiplin siswa — sebuah aspek yang dalam penelitian nasional di Indonesia terbukti dipengaruhi oleh lingkungan madrasah yang kondusif.
Kepala MAN 1 Way Kanan, Ahmad Zazili menyampaikan bahwa kegiatan Senyum, Sapa, Salam, Sopan Santun di gerbang madrasah merupakan bagian penting dari upaya pembentukan karakter siswa yang berakhlakul karimah. “Kami ingin setiap siswa memulai hari dengan suasana positif, penuh kehangatan, dan saling menghargai. Melalui kebiasaan sederhana seperti senyum dan salam, kami menanamkan nilai-nilai sopan santun, rasa hormat, dan empati sejak mereka melangkah masuk ke lingkungan madrasah. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi strategi pendidikan karakter yang berdampak pada perilaku dan kesiapan belajar siswa,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini akan dijadikan program berkelanjutan untuk memperkuat budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) di MAN 1 Way Kanan sebagai cerminan madrasah yang ramah, religius, dan berkarakter. (Joe)
Editor: Fadilah