Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Ikhtiar Lahir Batin, MAN 1 Mesuji Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama di Halaman Sekolah

Jumat, 11 September 2026 MAN 1 Mesuji Editor: Okta
Ikhtiar Lahir Batin, MAN 1 Mesuji Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama di Halaman Sekolah
MAN 1 Mesuji
MAN 1 Mesuji
Foto: Deri Setiawan

Mesuji, MAN 1 (Humas) - Sebagai bentuk ikhtiar batin dalam menghadapi musim kemarau panjang, keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Mesuji menggelar pelaksanaan salat Istisqa secara berjemaah. Kegiatan keagamaan ini dipusatkan di halaman utama sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi, dewan guru, serta staf tata usaha dengan penuh rasa khusyuk dan tawadu. Jum'at (11/09/2026).

Sejak pagi hari, seluruh warga madrasah telah berkumpul dengan membawa sajadah masing-masing. Pelaksanaan salat Istisqa diawali dengan pengarahan tata cara salat sunah dua rakaat, dilanjutkan dengan pembacaan takbir, istigfar, dan penguatan niat untuk memohon ampunan serta rahmat dari Allah SWT agar hujan berkah dapat segera mengguyur wilayah Kabupaten Mesuji.

Setelah rangkaian salat dua rakaat selesai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan khotbah khusus yang dibawakan langsung oleh khatib Eko Wibowo di hadapan seluruh jemaah. Berikut adalah naskah lengkap khotbah Istisqa yang disampaikan pada perhelatan tersebut:

Naskah Khotbah Salat Istisqa: "Pertaubatan Nasional dan Memohon Rahmat Hujan"

Khotbah Pertama

اللهُ أَكْبَرُ (9x) اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً.

Jamaah Salat Istisqa yang Dirahmati Allah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Hari ini kita berkumpul di halaman MAN 1 Mesuji bawah terik matahari, merasakan haus, panas, dan keringnya bumi. Semua ini adalah teguran serta peringatan kecil dari Allah SWT agar kita menyadari kelemahan diri kita sebagai hamba.

Kemarau panjang dan kekeringan yang menimpa daerah kita bukan sekadar fenomena alam belaka. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

Maka aku berkata (kepada mereka), 'Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kamu.'" (QS. Nuh: 10-11)

Ayat ini menegaskan bahwa kunci dibukanya pintu-pintu berkah dari langit—salah satunya berupa hujan udara—adalah dengan memperbanyak istigfar dan pertaubatan yang sungguh-sungguh. Tertahannya hujan air sering kali disebabkan oleh dosa-dosa kita: sifat sombong, alpa dalam beribadah, enggan bersedekah, serta merusak lingkungan tempat kita tinggal.

Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan momen ini untuk mengintrospeksi diri, memohon ampun atas segala khilaf, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan berjanji untuk kembali ke jalan yang diratai Allah SWT.

Khotbah Kedua

اللهُ أَكْبَرُ (7x) اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ.

Anak-anakku Siswa-Siswi MAN 1 Mesuji dan Bapak/Ibu Guru yang Terhormat,

Pada rakaat dan khotbah kedua ini, mari kita tundukkan kepala, rendahkan hati, dan balikkan pakaian atau pakaian luar/sorban kita sebagai simbol permohonan agar Allah mengubah kondisi kemarau ini menjadi penuh keberkahan dan kesegaran.

Marilah kita berdoa bersama-sama dengan penuh ketulusan:

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ عَاجِلاً غَيْرَ آَجِلٍ

Ya Allah, siramilah kami dengan hujan yang menyelamatkan, menentramkan, menyuburkan, membawa manfaat dan tidak membawa bahaya, yang segera datang dan tidak menunda-tunda.

اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

“Ya Allah, berilah minum hamba-hamba-Mu dan hewan-hewan ternak-Mu, tebarkanlah rahmat-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang mati ini.”

Ya Allah, ampunilah dosa guru-guru kami, dosa siswa-siswi kami, dan seluruh masyarakat Mesuji. Turunkanlah udara dari langit yang membersihkan jiwa kami dan menyuburkan tanah kami. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.

Kepala Madrasah Eko Wibowo berharap melalui pelaksanaan salat Istisqa dan menyampaikan khotbah ini, seluruh warga madrasah tidak hanya mendapatkan keberkahan berupa diturunkannya hujan, tetapi juga memetik pelajaran spiritual yang mendalam tentang pentingnya istigfar, keikhlasan, dan kepedulian alam terhadap semesta. (deri)