Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Irawan Hadiri Talk Show Pendidikan Inklusi Nasional dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2024

Kamis, 05 Desember 2024 MTsN 2 Way Kanan
Irawan Hadiri Talk Show Pendidikan Inklusi Nasional dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2024
MTsN 2 Way Kanan
MTsN 2 Way Kanan

Way Kanan, MTsN 2 (Humas) – Kepala MTsN 2 Way Kanan, Irawan yang juga sebagai Sekretaris Forum Pendidik Madrasah Inklusi (FPMI) Provinsi Lampung, bersama Yuniarti, Sekretaris PCU Provinsi Lampung, mewakili Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung dalam Talk Show Pendidikan Inklusi Nasional. Kegiatan ini berlangsung pada 3–5 Desember 2024 di Redtop Hotel & Convention Center, Jakarta, sebagai rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional 2024. Rabu, (4/12/2024).


Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai daerah, termasuk pemangku kebijakan, penggiat pendidikan inklusi, komunitas disabilitas, dan lembaga pendidikan. Talk show ini menjadi ajang diskusi mendalam mengenai tantangan dan peluang dalam penerapan pendidikan inklusi di Indonesia, khususnya di madrasah dan sekolah berbasis agama.


Sebagai peserta, Irawan mengikuti berbagai sesi yang membahas langkah strategis untuk mendukung pendidikan inklusi, mulai dari penyediaan fasilitas ramah disabilitas hingga peningkatan kompetensi tenaga pendidik. “Acara ini memberikan banyak wawasan baru dan inspirasi untuk diterapkan di madrasah-madrasah Lampung,” ujarnya usai sesi diskusi.


Dalam sesi panel yang menghadirkan pembicara dari Kementerian Agama, aktivis pendidikan, dan komunitas disabilitas, dibahas berbagai kebijakan serta praktik terbaik yang dapat diadaptasi oleh daerah lain. Salah satu fokus utama adalah pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif.


Irawan, yang aktif sebagai Sekretaris FPMI Provinsi Lampung, melihat momentum ini sebagai peluang untuk memperkuat implementasi pendidikan inklusi di madrasah-madrasah Lampung. Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan program inklusi yang berbasis pada kebutuhan lokal dan potensi daerah.


Acara ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk perlunya peningkatan alokasi anggaran untuk pendidikan inklusi, penyediaan fasilitas pendukung, dan kampanye kesadaran masyarakat tentang hak-hak siswa berkebutuhan khusus.


Kehadiran Irawan selama tiga hari di Jakarta menegaskan peran aktif Provinsi Lampung dalam mendorong sistem pendidikan yang lebih inklusif. Dengan semangat Hari Disabilitas Internasional, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari upaya nyata yang berdampak luas, baik di tingkat nasional maupun daerah. (JN).