Lampung (Humas) --- Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Ahmad Rifa’i, menegaskan bahwa wakaf uang harus dikelola secara produktif agar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kemaslahatan umat.
Hal tersebut
disampaikan Rifa’i saat membuka kegiatan Sosialisasi Wakaf Uang yang
diselenggarakan oleh Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Lampung
bekerja sama dengan Kanwil Kemenag Provinsi Lampung dan Bank Syariah Indonesia
(BSI), Rabu (14/1), di Aula Saibatin kantor setempat.
Rifa’i yang
mewakili Kepala Kanwil Kemenag Lampung Zulkarnain menyampaikan bahwa
wakaf uang bukanlah konsep baru, khususnya di lingkungan madrasah. Namun,
tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana mengelola wakaf tersebut
secara amanah, profesional, dan produktif sehingga nilai pokoknya tetap terjaga
dan hasilnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat.
“Wakaf uang
ini bukan untuk kepentingan pribadi. Di dalamnya ada nilai kebaikan yang besar.
Hasil dari wakaf yang dihimpun, baik dari peserta didik, pendidik, maupun
masyarakat, harus dapat kembali kepada umat dalam bentuk manfaat yang jelas,”
ujar Rifa’i.
Ia
mencontohkan bahwa hasil pengelolaan wakaf uang dapat dimanfaatkan untuk
program beasiswa, peningkatan kesejahteraan, serta mendukung upaya pengentasan
kemiskinan. Menurutnya, dengan pengelolaan yang tepat, wakaf uang dapat menjadi
instrumen strategis dalam pembangunan sektor pendidikan dan sosial keagamaan.
Lebih lanjut,
Rifa’i menyampaikan tiga poin penting yang menjadi fokus dalam penguatan wakaf
uang. Pertama, peningkatan literasi wakaf agar seluruh pemangku kepentingan memahami
regulasi, tata kelola, dan manfaat wakaf uang secara menyeluruh. Kedua,
transformasi pola pikir bahwa wakaf tidak harus menunggu seseorang memiliki
kekayaan besar atau aset berupa tanah dan bangunan. Ketiga, penguatan sinergi
kelembagaan antara Kementerian Agama, Badan Wakaf Indonesia, dan lembaga
keuangan syariah.
“Wakaf uang
bersifat inklusif. Siapa pun dapat berwakaf, dengan nominal yang terjangkau,
namun pahalanya terus mengalir selama wakaf itu dikelola dengan baik,”
tambahnya.
Sementara
itu, Ketua BWI Provinsi Lampung Heri Suliyanto menyampaikan
bahwa kolaborasi antara BWI, Kanwil Kemenag Lampung, dan BSI merupakan langkah
strategis untuk memperluas edukasi wakaf uang di tengah masyarakat. Ia berharap
sinergi ini dapat mendorong pengelolaan wakaf yang lebih transparan dan
berdampak.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Lampung Erwinto serta perwakilan Bank Syariah Indonesia Rossi, dan diikuti oleh para kepala madrasah negeri di Provinsi Lampung. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi insan madrasah dalam berwakaf uang semakin meningkat demi terwujudnya kesejahteraan umat yang berkelanjutan.(Humas)
Penulis : Anggithya
Fotografer : Aziz/Kevin