Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, mengapresiasi pengukuhan lima guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung. Menurut dia, bertambahnya jumlah profesor menjadi penguatan penting bagi sumber daya manusia akademik dan tradisi keilmuan di Provinsi Lampung.
Zulkarnain menghadiri pengukuhan tersebut bersama Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Yan Maradonna, dan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Herry Setiawan, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Zulkarnain, pengukuhan lima guru besar menunjukkan berkembangnya kualitas akademik UIN Jurai Siwo Lampung, terutama dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Pengukuhan lima guru besar ini merupakan capaian yang patut disyukuri. Kehadiran para profesor akan memperkuat ekosistem akademik, meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah, serta memperbesar kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan di tengah masyarakat,” kata Zulkarnain.
Ia mengatakan, perguruan tinggi keagamaan Islam memiliki tanggung jawab menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, karakter, dan kepedulian sosial. Karena itu, guru besar diharapkan menjadi penggerak lahirnya inovasi dan pemikiran yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Profesor merupakan aset intelektual bangsa. Kami berharap para guru besar yang dikukuhkan dapat memperkuat budaya akademik, menjadi teladan bagi sivitas akademika, serta melahirkan gagasan yang berkontribusi bagi pembangunan daerah dan kemajuan umat,” ujarnya.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengukuhkan lima guru besar UIN Jurai Siwo Lampung dalam prosesi tersebut. Pengukuhan disaksikan pimpinan perguruan tinggi, sivitas akademika, jajaran Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, dan sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan bahwa perguruan tinggi Islam tidak cukup hanya melahirkan lulusan yang menguasai disiplin ilmu. Menurut dia, UIN juga harus melahirkan cendekiawan yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“UIN bukan hanya bertugas mencetak ilmuwan. UIN juga memiliki fungsi dakwah. Karena itu, yang kita lahirkan bukan hanya orang pintar, tetapi orang yang ilmunya memberi manfaat,” kata Nasaruddin.
Ia menambahkan, jabatan profesor bukan sekadar capaian akademik, melainkan amanah moral untuk mengembangkan tradisi keilmuan dan memberikan solusi atas persoalan masyarakat.
“Menjadi guru besar itu tidak gampang. Ilmu tidak cukup hanya ditulis dalam buku. Ilmu harus dipraktikkan dan menjadi tempat masyarakat mencari jawaban,” ujarnya.
Sejalan dengan pesan Menteri Agama, Zulkarnain berharap bertambahnya lima guru besar semakin memperkuat peran UIN Jurai Siwo Lampung sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan peradaban Islam di Provinsi Lampung.
“Semakin banyak guru besar, semakin besar pula harapan masyarakat terhadap kontribusi perguruan tinggi. Kami optimistis UIN Jurai Siwo Lampung akan terus berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi Islam yang unggul, moderat, dan berdaya saing,” katanya.
Pengukuhan lima guru besar tersebut menambah kekuatan akademik UIN Jurai Siwo Lampung dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia di Provinsi Lampung. (Humas)