Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain mendukung rencana pelaksanaan Seminar Nasional How to Be a Great Teacher yang mengangkat tema “Pengajar Belum Tentu Mengajar, Tapi Mampu Menginspirasi”. Dukungan tersebut disampaikan Zulkarnain saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Teacher Preneur Nusantara Provinsi Lampung di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2026).
Dalam audiensi tersebut, Zulkarnain didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Yan Maradonna, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Indra Jaya, serta Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Herry Setiawan.
Zulkarnain mengapresiasi inisiatif Teacher Preneur Nusantara dalam mendorong peningkatan kualitas dan kompetensi guru melalui kegiatan seminar. “Saya mengapresiasi dan memberikan nilai tinggi terhadap upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi melalui pendidik profesional,” ujar Zulkarnain.
Menurut dia, profesionalitas guru perlu terus diupayakan karena menjadi salah satu unsur penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Guru tidak cukup hanya memiliki kualifikasi dan sertifikasi, tetapi juga perlu terus mengembangkan kemampuan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
“Profesionalitas itu harus diupayakan untuk peningkatan kualitas pendidikan dan peningkatan kompetensi,” katanya.
Zulkarnain mengatakan, pengembangan kompetensi guru dapat dilihat dari sejumlah aspek, antara lain mindset, toolset, dan skillset. Ketiganya perlu berjalan beriringan agar guru mampu menciptakan proses pembelajaran yang relevan dan berdampak bagi peserta didik.
“Mindset-nya harus benar-benar dibangun. Kemudian toolset dan terakhir skill-nya. Guru harus memiliki kemampuan, keterampilan, sekaligus seni dalam melakukan proses pembelajaran agar tidak membosankan,” ujar Zulkarnain.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan guru dalam menciptakan pembelajaran yang tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.
“Guru harus mampu merangsang dan memberikan keluasan kepada siswa. Jadi bukan hanya mengajar, tetapi bagaimana pembelajaran itu memberikan dampak,” katanya.
Zulkarnain juga membuka peluang agar kegiatan pengembangan kapasitas guru dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan. Menurut dia, pemetaan terhadap kebutuhan kompetensi guru penting dilakukan sehingga program peningkatan kapasitas dapat diberikan sesuai kebutuhan.
“Guru-guru yang memang sulit berkembang harus mendapatkan perhatian lebih untuk dilatih. Nanti akan kelihatan mana yang perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Ia menilai guru memiliki talenta dan kemampuan yang beragam. Karena itu, pengembangan kompetensi tidak dapat berhenti pada aspek administratif, tetapi harus menyentuh kemampuan praktis yang mendukung pelaksanaan tugas sebagai pendidik.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkarnain juga menyinggung pentingnya jiwa kewirausahaan bagi guru. Menurut dia, kompetensi yang dimiliki guru dapat dikembangkan menjadi berbagai aktivitas produktif sepanjang tetap memperhatikan tugas dan profesinya sebagai pendidik.
“Guru juga perlu memiliki jiwa entrepreneur. Dengan kemampuan yang dimiliki, bisa dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang produktif,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPW Teacher Preneur Nusantara Provinsi Lampung Elfa Sari mengatakan, audiensi tersebut selain menjadi ajang silaturahmi juga untuk menyampaikan rencana pelaksanaan Seminar Nasional How to Be a Great Teacher.
“Kami bersilaturahmi sekaligus mengharapkan kehadiran Bapak Kakanwil dalam kegiatan Seminar Nasional How to Be a Great Teacher,” ujar Elfa.
Seminar tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (18/9/2026) dan akan diikuti guru se-Kota Metro serta guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kota Metro.
Elfa mengatakan, kegiatan tersebut dirancang untuk membekali guru dengan perspektif dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Materi seminar akan mencakup penguatan mindset, inner power, karakter kepemimpinan, peningkatan kepercayaan diri, hingga pengembangan keterampilan guru.
“Intinya ada tiga area yang akan dibahas, yaitu mindset, toolset, dan skillset,” ujarnya.
Seminar tersebut akan menghadirkan International Certified Coach Syafii Efendi sebagai narasumber.
Elfa berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seminar, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas dan profesionalitas guru di Lampung.
