Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Kakanwil Kemenag Lampung: Ngopi Pay Sebagai Wadah Untuk Memupuk Toleransi

Rabu, 28 Agustus 2024 Anggithya
Kakanwil Kemenag Lampung: Ngopi Pay Sebagai Wadah Untuk Memupuk Toleransi
Anggithya
Anggithya

Lampung (Humas) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung, Puji Raharjo, menghadiri acara "Ngopi Pay dan Ngobrol Bareng Tokoh Agama dan Penghayat Kepercayaan" yang digelar di Rumah Kemuning, Pahoman, Kota Bandar Lampung, Rabu (28/8).

Dalam kesempatan ini, Puji mengapresiasi setinggi-tingginya terhadap pelaksanaan acara tersebut. "Saya sangat senang semua bisa hadir. Kegiatan ini merupakan sebuah kemasan yang sangat luar biasa karena mengingatkan kita pada para leluhur dan pendiri bangsa ini, yang dahulu mendirikan NKRI melalui musyawarah dan duduk bersama seperti ini," ujar Puji Raharjo.

Ia menambahkan bahwa tradisi duduk bersama atau 'Ngopi' perlu dilestarikan sebagai ruang untuk saling bertukar pikiran dan berbagi informasi. Menurutnya, forum semacam ini menjadi wadah yang efektif dalam mempererat tali silaturahmi dan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang beragam.


"Melalui forum seperti ini, kita dapat saling mengenal, memahami, dan menghormati perbedaan yang ada, sehingga tercipta iklim toleransi yang kuat di Lampung," ujarnya.

"Ngopi Pay dan Ngobrol Bareng Tokoh Agama dan Penghayat Kepercayaan" menjadi bukti nyata bahwa dialog lintas agama dan kepercayaan dapat menjadi jembatan untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga harmoni, dan memupuk rasa saling menghormati di tengah keragaman masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut, Puji Raharjo menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, pendaftaran calon kepala daerah untuk Pilkada akan segera dibuka. Ia berpesan kepada para tokoh agama dan penghayat kepercayaan untuk menjaga kedamaian di tengah situasi politik yang sedang berkembang, serta mengingatkan agar agama tidak digunakan untuk kepentingan politik praktis.

"Jadikanlah nilai-nilai agama sebagai fatsoen dalam politik kita, agar nilai-nilai agama dapat melandasi gerakan politik sehingga politik terlihat lebih santun, ramah, dan memberdayakan," tegasnya.

Puji Raharjo juga menekankan pentingnya kedamaian dan kesejahteraan umat sebagai dasar terciptanya harmoni dalam masyarakat. "Kita sebagai umat beragama tentu senang jika umat kita hidup damai dan sejahtera, karena itu akan menciptakan keharmonisan di tengah-tengah masyarakat," tutupnya.(Anggithya/Abdul Azis/R.Hasby)