Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Lampung, Zulkarnain, menegaskan pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang kuat.
Hal itu disampaikan Zulkarnain saat menjadi narasumber sekaligus motivator pada kegiatan Tasyakkur Akhirussanah PAUD, MI, MTs, dan MA Yayasan Wali Songo Sukajadi Tahun 2026 di Pondok Pesantren Wali Songo Sukajadi, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, Sabtu (16/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Zulkarnain menyampaikan bahwa pondok pesantren saat ini tidak hanya menjadi tempat pendidikan agama, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual.
"Pondok pesantren membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak. Anak-anak tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga ilmu umum seperti matematika, fisika, kimia, bahasa, dan pengetahuan lainnya," kata Zulkarnain.
Menurutnya, sistem pendidikan pesantren memiliki keunggulan karena mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pembinaan moral dan spiritual. Para santri dibiasakan menjalani kehidupan disiplin, memperdalam pemahaman agama, sekaligus membangun karakter yang baik.

"Di pesantren, anak-anak juga belajar Al-Qur'an, hadis, akhlak, serta pembiasaan ibadah. Ini menjadi bekal penting agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus memiliki tanggung jawab moral," ujarnya.
Zulkarnain juga mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk tetap percaya terhadap lembaga pendidikan pesantren di tengah munculnya berbagai isu negatif yang berkembang di media sosial.
Ia menilai tidak tepat apabila masyarakat menggeneralisasi kasus yang dilakukan oleh oknum tertentu sehingga mengurangi kepercayaan terhadap pondok pesantren secara keseluruhan.
"Jangan karena satu atau dua kejadian, lalu semua pesantren dipandang negatif. Faktanya, pondok pesantren telah banyak melahirkan generasi yang berhasil, memiliki akhlak baik, dan bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Lebih lanjut, Zulkarnain menegaskan bahwa pendidikan agama menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan anak. Menurut dia, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga kemampuan anak menjadi pribadi yang beriman dan berbakti kepada orang tua.
"Anak-anak kita adalah investasi terbesar. Pintar saja tidak cukup, tetapi juga harus memiliki iman, akhlak, dan tanggung jawab. Anak yang saleh dan salehah akan menjadi kebanggaan orang tua, bahkan terus mendoakan orang tuanya," tuturnya.
Kepada para santri, Zulkarnain berpesan agar tetap semangat dalam menuntut ilmu dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan selama menjalani pendidikan di pesantren.
"Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Mungkin ada rasa rindu kepada orang tua, tetapi kesabaran dalam menuntut ilmu akan membawa keberhasilan di masa depan," pesannya.
Kegiatan Tasyakkur Akhirussanah Yayasan Wali Songo Sukajadi tersebut dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Lampung, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) yang juga Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad), Kepala Seksi Pondok Pesantren (Kasi Pontren) Lampung Tengah, pengurus yayasan, dewan guru, orang tua santri, serta peserta didik dari jenjang PAUD hingga MA dan tamu undangan lainnya (Humas)
