Lampung (Humas) --- Menjelang peringatan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 M, umat Buddha di Provinsi Lampung menggelar Karya Bakti dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan, Minggu (3/5).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Waisak yang mengusung tema "Dharma Menjaga Perdamaian Dunia."
Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI Nomor 106 Tahun 2026 tanggal 30 Maret 2026 tentang rangkaian kegiatan menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala Bidang, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik, sertaPembimas Buddha, Lembaga Keagamaan Buddha, tamu undangan lainnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk seremoni tahunan, tetapi memiliki makna spiritual dan kebangsaan yang sangat mendalam. "Kegiatan ini merupakan implementasi dari nilai-nilai Waisak yang mengajarkan cinta kasih, kepedulian, dan penghormatan. Tabur bunga di makam pahlawan adalah simbol penghargaan kita atas jasa-jasa mereka," ujar Zulkarnain.
Ia menambahkan, semangat Waisak harus mampu diterjemahkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama dan lingkungan.
"Waisak bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam menjaga perdamaian. Nilai-nilai dharma harus hadir dalam kehidupan sosial kita sehari-hari," lanjutnya.
Zulkarnain juga menekankan pentingnya menjadikan jasa para pahlawan sebagai inspirasi dalam membangun bangsa, khususnya dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
"Para pahlawan telah mengorbankan segalanya demi bangsa ini. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan itu dengan menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan menghindari perpecahan," tegasnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
"Generasi muda harus mengetahui bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tidak datang dengan mudah. Melalui kegiatan ini, kita tanamkan nilai nasionalisme dan rasa hormat kepada para pahlawan,"katanya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama dan masyarakat untuk terus menguatkan moderasi beragama sebagai kunci menjaga harmoni sosial.
"Moderasi beragama adalah jalan tengah yang harus terus kita jaga. Dengan saling menghormati dan menghargai perbedaan, kita bisa menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis," ungkap Zulkarnain.
Selain prosesi tabur bunga, kegiatan juga diisi dengan karya bakti berupa pembersihan area Taman Makam Pahlawan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
"Karya bakti ini menjadi simbol bahwa menjaga lingkungan juga bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan. Kebersihan adalah cerminan dari kepedulian dan tanggung jawab kita bersama," tambahnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kepahlawanan dan ajaran dharma dapat terus hidup dalam kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat persatuan dan perdamaian di Provinsi Lampung. (Humas)