Lampung – Kemenag (Humas) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung melalui Bidang Penmad menggelar kegiatan silaturahmi ASN di Lingkungan Madrasah. Kegiatan dibuka secara langsung, Kakanwil Kemenag Lampung, Zulkarnain, dengan didampingi, Kepala Bagian Tata Usaha, Marwansyah, dan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Ahmad Rifa'i.
Silaturahmi ini menjadi forum strategis untuk menyamakan visi, memperkuat kolaborasi, dan menegaskan kembali arah pembangunan pendidikan madrasah di Provinsi Lampung.
Kakanwil Kemenag Lampung dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh unsur madrasah memikul amanah besar untuk mewujudkan Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia, dan Berdampak.
“Visi ini adalah legacy yang harus kita ukir bersama. Madrasah Maju berarti adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman, memanfaatkan teknologi, serta memiliki tata kelola yang profesional. Madrasah Bermutu berarti menghasilkan lulusan dengan keunggulan akademik dan akhlak mulia. Sementara Madrasah Berdampak menekankan bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi pusat perubahan yang manfaatnya dirasakan peserta didik, orang tua, dan masyarakat,” ujar Kakanwil.
Ia menegaskan bahwa peran setiap unsur sangat krusial dalam mewujudkan visi tersebut. Kepala Bidang dan Kasi Penmad berperan sebagai perumus kebijakan di tingkat wilayah dan kabupaten/kota. Pengawas Madrasah disebut sebagai “mata dan telinga Kanwil” serta konsultan utama di lapangan. Sementara Kepala Madrasah diharapkan menjadi pemimpin inspiratif dan penggerak utama inovasi pendidikan.
Kakanwil juga menyoroti empat agenda strategis yang perlu mendapat perhatian bersama, yakni penguatan moderasi beragama, transformasi digital, peningkatan kualitas guru, dan penguatan kolaborasi antarunit.
“Mari kita hilangkan ego sektoral. Kasi Penmad, pengawas, dan kepala madrasah harus bersinergi layaknya satu tim yang utuh,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Rifa’i, melaporkan capaian prestasi siswa Lampung pada ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat nasional. Dari 15 siswa yang dikirim, seluruhnya berhasil membawa pulang piala pada berbagai kategori lomba.
Rifa’i juga menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta telah disosialisasikan dan diterapkan di seluruh madrasah negeri di Provinsi Lampung. Tahapan berikutnya adalah penyampaian materi kurikulum tersebut kepada para Kasi Penmad, Kasi Pendis, serta para pengawas agar dapat diteruskan ke madrasah swasta binaan masing-masing," tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Pokjawas, para Kasi Penmad dan Pendis, Kepala Madrasah tingkat MAN, MTsN, MIN, se Provinsi Lampung, serta pengurus inti Pokjawas Provinsi Lampung terpilih. (Humas)