Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Kakanwil : Madrasah Harus Jadi Pusat Lahirnya Generasi Unggul

Selasa, 28 Juli 2026 Anggithya
Kakanwil : Madrasah Harus Jadi Pusat Lahirnya Generasi Unggul
Anggithya
Anggithya
Foto: Aziz

Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan madrasah harus menjadi pusat lahirnya generasi unggul yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memiliki karakter serta nilai-nilai keislaman yang kuat.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) dan Madrasah Young Researchers Super Camp (MYRES) yang diselenggarakan Kelompok Kerja Pengawas Madrasah (Pokjawas) Provinsi Lampung secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (28/7/2026).

Menurut Zulkarnain, peningkatan kompetensi guru pendamping menjadi langkah strategis untuk menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21. OMI dan MYRES, lanjutnya, bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sarana membangun budaya akademik dan riset di lingkungan madrasah.

"Madrasah tidak boleh menjadi penonton, tetapi harus menjadi pusat lahirnya generasi unggul yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan menghasilkan inovasi," ujarnya.

Ia mengajak kepala madrasah, guru, dan pengawas untuk memberi ruang bagi peserta didik mengembangkan potensi akademik serta membangun budaya membaca, meneliti, dan memecahkan persoalan secara ilmiah. Menurutnya, keberhasilan madrasah tidak hanya diukur dari prestasi lomba, tetapi juga dari kemampuannya melahirkan generasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Zulkarnain juga menyampaikan apresiasi kepada Pokjawas Provinsi Lampung, Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, dan ABAK Akademi Jakarta atas kolaborasi dalam pembinaan guru pendamping OMI dan MYRES. Ia berharap semakin banyak madrasah di Lampung yang mampu berprestasi pada ajang OMI dan MYRES di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua Pokjawas Provinsi Lampung, Rokhman, mengatakan bimbingan teknis berlangsung selama dua hari dengan fokus pembinaan OMI jenjang Madrasah Ibtidaiyah dan MYRES jenjang Madrasah Tsanawiyah serta Madrasah Aliyah. Kegiatan diikuti lebih dari 700 guru pendamping secara daring sebagai upaya meningkatkan kualitas pembinaan dan daya saing madrasah Lampung. (Humas)