Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Kakanwil : Moderasi Beragama Adalah Kunci Harmoni Bangsa

Jumat, 19 April 2024 Anggithya
Kakanwil : Moderasi Beragama Adalah Kunci Harmoni Bangsa
Anggithya
Anggithya

Lampung (Humas) --- Di tengah keberagaman budaya dan agama di Indonesia, moderasi beragama menjadi kunci untuk mewujudkan harmoni dan persatuan bangsa. Moderasi beragama adalah sikap dan perilaku yang selalu berusaha untuk memahami dan menghormati perbedaan antarumat beragama. Dengan menerapkan moderasi beragama, kita dapat membangun masyarakat yang toleransi, damai, dan sejahtera di Indonesia, khususnya Provinsi Lampung.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung,Puji Raharjo dalam sambutannya pada acara Penguatan Moderasi Beragama Lembaga Keagamaan Umat Buddha Provinsi Lampung Angkatan II di Aula Hotel Kurnia 2 Bandar Lampung, Jum’at, 19 April 2024.

“Moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa,” kata Kakanwil.

"Dengan kata lain, Moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan agama, melainkan tentang saling menghormati perbedaan dan bekerja sama untuk membangun kebaikan bersama," ujar Kakanwil. 

"Moderasi beragama juga mengajarkan kita untuk memahami sejarah dan budaya bangsa Indonesia yang majemuk, memahami nilai-nilai agama yang mengajarkan perdamaian dan toleransi, membangun dialog dan kerjasama antarumat beragama, serta memerangi ujaran kebencian dan provokasi yang dapat memecah belah umat beragama," tuturnya.

Lebih lanjut Puji menjelaskan bahwa moderasi beragama sangat penting untuk diterapkan di Indonesia, khususnya Provinis Lampung, karena Indonesia adalah negara yang majemuk dan heterogen dengan berbagai suku, agama, dan budaya. Potensi konflik dan perpecahan antarumat beragama selalu ada, dan moderasi beragama dapat membantu mencegah terjadinya konflik dan perpecahan.

"Moderasi beragama dapat membangun masyarakat yang toleransi, damai, dan sejahtera," tuturnya. 

Ia menekankan bahwa peran serta lembaga keagamaan memiliki andil yang signifikan dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas mental dan intelektual generasi muda. Dia juga menyoroti pentingnya pemberdayaan dan peningkatan moderasi beragama bagi Lembaga Keagamaan Umat Buddha, sebagai implementasi nilai persatuan Indonesia yang termasuk dalam Pancasila dan UUD 1945.

"Penguatan moderasi beragama adalah jalan tengah atau solusi terbaik dalam sikap dan praktek beragama, sehingga tidak ada klaim bahwa agama tertentu adalah yang benar, suci, atau mengklaim yang lain sebagai kafir atau tersesat," ungkap Puji.

"Marilah kita bersama-sama memperkuat moderasi beragama di Indonesia, khususnya Provinsi Lampung," ajak Kakanwil.

Kakanwil mengajak seluruh peserta pelatihan dan masyarakat Lampung untuk bersama-sama memperkuat moderasi beragama dengan mempelajari dan memahami nilai-nilai moderasi beragama, menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama kepada orang lain, menjadi contoh penerapan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, dan menolak ujaran kebencian dan provokasi yang dapat memecah belah umat beragama.

"Dengan bersama-sama memperkuat moderasi beragama, kita dapat membangun Indonesia yang lebih harmonis, toleran, dan sejahtera," tandas Kakanwil.

“Saya berharap melalui pelatihan ini, para peserta dapat menjadi agen moderasi beragama di tengah masyarakat. Saya juga mengajak seluruh umat Buddha di Lampung untuk bersama-sama membangun masyarakat yang toleran, damai, dan harmonis,” harapannya.

Sementara itu, Slamet Riyadi selaku Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pentingnya Moderasi Lembaga Keagamaan Buddha, meningkatkan harmonisasi hidup Umat Buddha, dan menambah wawasan dan pengetahuan tentang Moderasi Lembaga Keagamaan Buddha.

"Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari yaitu tanggal 18 April 2024 bertempat di Hotel Kurnia 2 Bandar Lampung," terangnya.

"Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari para pengurus majelis, Lembaga dan Organisasi Keagamaan Se-Provinsi Lampung. Narasumber adalah para praktisi dan pakar di bidangnya," pungkasnya.(Anggithya/Rizky)