Lampung (Humas) --- Sebanyak 7.522 peserta dari
jenjang MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI)
tingkat kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Kompetisi yang berlangsung pada 7-9
September 2026 itu menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi
dan kemampuan akademik. Khusus di Kota Bandar Lampung, OMI diikuti 506 peserta.
Rinciannya, 182 peserta jenjang MI, 174 peserta jenjang MTs, dan 150 peserta
jenjang MA.
Dalam kesempatan itu, Zulkarnain melihat langsung proses pelaksanaan kompetisi sekaligus memastikan OMI berjalan tertib dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Dalam pemantauan tersebut turut hadir Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kemenag Kota Bandar Lampung, Ketua Tim Kerja Penguatan, Kelembagaan dan Akreditasi Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, serta sejumlah tamu undangan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain mengatakan, OMI merupakan salah satu wadah untuk menggali dan mengembangkan potensi peserta didik, khususnya dalam bidang akademik. Menurut dia, kompetisi tidak semata-mata ditujukan untuk mencari juara, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan semangat belajar siswa.
“OMI ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan potensi, dan belajar berkompetisi secara sehat,” kata Zulkarnain saat memantau pelaksanaan OMI tingkat kabupaten/kota di Aula MTs Negeri 2 Bandar Lampung, Senin (7/9/2026)..
Ia berharap seluruh peserta mengikuti kompetisi dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Para peserta juga diharapkan menjadikan pengalaman mengikuti OMI sebagai bagian dari proses untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi.
“Berikan yang terbaik, junjung sportivitas, dan jangan takut untuk berkompetisi. Apa pun hasilnya, pengalaman ini menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan pengembangan prestasi peserta didik,” ujar Zulkarnain.
Zulkarnain menilai pelaksanaan OMI menjadi bagian penting dalam upaya memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk berprestasi.
“Anak-anak kita memiliki potensi yang besar. Tugas kita adalah memberikan ruang, pembinaan, dan kesempatan yang cukup agar potensi itu dapat berkembang dan menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi madrasah, daerah, dan Provinsi Lampung,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Lampung Herry Setiawan melaporkan, OMI tingkat kabupaten/kota di Provinsi Lampung diikuti 7.522 peserta dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA.
Rinciannya, peserta jenjang MI/SD sebanyak 2.157 orang, MTs/SMP sebanyak 2.929 orang, dan MA/SMA sebanyak 2.436 orang.
Pada jenjang MI/SD, kompetisi terdiri atas Matematika dengan 1.065 peserta dan IPAS sebanyak 1.092 peserta.
Untuk jenjang MTs/SMP, terdapat tiga bidang yang dilombakan, yakni Matematika dengan 970 peserta, IPA sebanyak 987 peserta, dan IPS sebanyak 972 peserta.
Adapun pada jenjang MA/SMA, kompetisi meliputi Matematika dengan 467 peserta, Biologi 388 peserta, Fisika 333 peserta, Kimia 330 peserta, Ekonomi 447 peserta, dan Geografi 471 peserta.
OMI tingkat kabupaten/kota berlangsung pada 7-9 September 2026. Pelaksanaan kompetisi dibagi menjadi empat sesi setiap hari.
Sesi pertama berlangsung pukul 07.30-09.30 WIB, sesi kedua
pukul 10.00-12.00 WIB, sesi ketiga pukul 13.00-15.00 WIB, dan sesi keempat
pukul 15.30-17.30 WIB.
Selain memantau pelaksanaan OMI, Kakanwil Kemenag Lampung Zulkarnain juga meninjau kondisi MTs Negeri 2 Bandar Lampung, termasuk asrama madrasah, serta MIN 3 Bandar Lampung. (Humas)
