Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Kamaruddin Amin: Guru Besar Harus Hadir Memberi Dampak bagi Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 Anggithya Editor: Anggithya
Kamaruddin Amin: Guru Besar Harus Hadir Memberi Dampak bagi Masyarakat
Anggithya
Anggithya
Foto: Aziz

Lampung (Humas) — Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa keberadaan guru besar harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan hanya menjadi simbol capaian akademik. Pesan itu disampaikannya saat mengukuhkan 16 Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung di Ballroom UIN setempat, Minggu (26/7/2026).

Prosesi pengukuhan dilakukan Kamaruddin Amin didampingi Rektor UIN Raden Intan Lampung. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain, jajaran pimpinan UIN Raden Intan Lampung, anggota senat, sivitas akademika, serta tamu undangan.

Dalam sambutannya, Kamaruddin menyampaikan ucapan selamat kepada 16 dosen yang resmi menyandang jabatan fungsional tertinggi sebagai guru besar. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan puncak karier akademik sekaligus amanah besar untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi umat.

"Menjadi Guru Besar adalah cita-cita setiap dosen. Hari ini kita berbahagia karena UIN Raden Intan Lampung memperoleh tambahan 16 Guru Besar yang akan memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pengembangan keilmuan di perguruan tinggi ini," katanya.

Ia menjelaskan, kualitas seorang guru besar tidak hanya diukur dari keluasan ilmu yang dimiliki, tetapi juga dari sejauh mana ilmu tersebut mampu menghadirkan perubahan dan solusi bagi masyarakat.

"Kualitas kesarjanaan tidak ditentukan oleh seberapa luas dan dalam ilmu yang dimiliki, melainkan oleh seberapa besar dampak yang diberikan kepada masyarakat, umat, bangsa, dan negara," ujar Kamaruddin.

Menurutnya, kampus-kampus terbaik di dunia dikenal bukan semata karena gedung atau pejabatnya, melainkan karena memiliki profesor dengan reputasi akademik yang menjadi rujukan dunia. Karena itu, kehadiran 16 guru besar baru di UIN Raden Intan Lampung diharapkan mampu memperkuat reputasi sekaligus kualitas pendidikan tinggi keagamaan.

Kamaruddin juga mengingatkan bahwa guru besar tidak boleh membatasi pengabdian hanya di ruang kuliah dan laboratorium. Mereka harus hadir di tengah masyarakat, membina umat, memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan literasi keagamaan, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial.

"Untuk apa kita memiliki banyak guru besar jika di sekitar kampus masih banyak masyarakat yang membutuhkan pendampingan, anak-anak yang belum mampu membaca Al-Qur'an, dan keluarga yang menghadapi persoalan. Di situlah ilmu harus hadir memberi manfaat," ujarnya.

Ia menambahkan, perguruan tinggi keagamaan memiliki peran strategis dalam menjaga wajah Islam Indonesia yang moderat, damai, dan mampu hidup berdampingan di tengah kemajemukan. Kontribusi tersebut, kata dia, tidak terlepas dari dedikasi para akademisi dan guru besar yang terus mengembangkan ilmu sekaligus mengabdikannya kepada masyarakat.


Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain mengapresiasi bertambahnya 16 guru besar di UIN Raden Intan Lampung. Menurutnya, capaian tersebut merupakan investasi intelektual yang akan memperkuat kualitas pendidikan tinggi keagamaan di Provinsi Lampung.

"Pengukuhan 16 Guru Besar ini menjadi kebanggaan bagi Kementerian Agama Provinsi Lampung. Kami berharap para guru besar dapat terus melahirkan karya-karya ilmiah yang bermanfaat, memperkuat moderasi beragama, serta menghadirkan pengabdian yang menjawab kebutuhan masyarakat," ujar Zulkarnain.

Ia menegaskan, Kanwil Kemenag Provinsi Lampung siap terus bersinergi dengan UIN Raden Intan Lampung dalam meningkatkan mutu pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat sehingga kehadiran perguruan tinggi keagamaan semakin dirasakan manfaatnya bagi pembangunan daerah dan kemajuan bangsa. (Humas)