Lampung (Humas) — Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme penyuluh agama Hindu terus digalakkan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui audiensi antara Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu dengan Stasiun TVRI Lampung pada Senin (23/6/2025).
Audiensi yang berlangsung di Kantor TVRI Lampung itu dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kemenag Lampung. Turut mendampingi, Ketua Tim Kepenyuluhan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat, Sri Widati, S.Ag., serta Ketua Tim Urusan Agama Hindu, Ida Bagus Mambal, S.Ag.
Rombongan diterima hangat oleh Kepala Stasiun TVRI Lampung, Muhammad Ikhsan, didampingi Kasubag Tata Usaha Liviayanti Mega dan Ketua Tim Pengelola Program, Jonizar.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyatakan komitmen bersama untuk mengembangkan penyiaran keagamaan Hindu di Provinsi Lampung secara lebih inklusif, edukatif, dan berkelanjutan.
“TVRI memiliki mandat sebagai media pemersatu bangsa. Siaran keagamaan bukan hanya memperluas wawasan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk,” ujar Muhammad Ikhsan dalam sambutannya.
Kabid Bimas Hindu Kanwil Kemenag Lampung menilai pentingnya penyuluh agama memiliki literasi media dan kemampuan komunikasi publik. Menurutnya, penyiaran keagamaan Hindu dapat menjadi ruang strategis untuk menyampaikan pesan-pesan moderasi beragama.
“Program ini tidak sekadar tayangan keagamaan biasa. Kami akan mengintegrasikan berbagai unsur, mulai dari Pokja Penyuluh Agama Hindu, guru agama Hindu, hingga lembaga keagamaan Hindu di Lampung. Mereka akan menjadi narasumber yang tidak hanya kompeten secara teologis, tetapi juga komunikatif di ruang media,” terangnya.
Audiensi ini sekaligus membuka peluang kerja sama produksi program keagamaan Hindu yang lebih sistematis. Melalui kolaborasi ini, diharapkan peran penyuluh agama Hindu tidak hanya hadir di ruang-ruang ibadah dan komunitas, tetapi juga menjangkau ruang publik yang lebih luas melalui layar kaca. (Humas Kanwil)