Lampung, Kanwil Kemenag Lampung (Humas) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menggelar Gerakan Indonesia Berkiblat di halaman depan kantor setempat, Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) itu menjadi sarana edukasi pengukuran arah kiblat melalui perpaduan syariat dan ilmu pengetahuan.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Zulkarnain, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional Rashdul Qiblat yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama.
“Hari ini kita melaksanakan gerakan nasional Rashdul Qiblat secara serentak di 1.448 titik di seluruh Indonesia. Program ini berkaitan dengan salah satu Asta Protas Kementerian Agama 2025–2029, yaitu Layanan Keagamaan Berdampak,” ujar Zulkarnain.


Menurut Kakanwil, Gerakan Indonesia Berkiblat tidak hanya berfokus pada pengukuran arah kiblat secara teknis. Kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pelaksanaan ajaran agama dapat diperkuat melalui pendekatan ilmiah.
“Gerakan ini menjadi media edukasi kepada masyarakat bahwa ajaran Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan. Perpaduan antara syariat dan sains menunjukkan bahwa agama dan ilmu pengetahuan saling menguatkan dalam menghadirkan kemaslahatan,” katanya.
Zulkarnain menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Peaceful Muharram yang mengajak masyarakat membangun kehidupan damai, menjaga kerukunan, serta memperkuat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Gerakan nasional itu juga dicatat oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Zulkarnain menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaannya.
“Atas nama Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga setiap ikhtiar kita menjadi amal saleh yang dicatat oleh Allah SWT,” ujarnya.

Rashdul Qiblat atau Istiwa A’zam merupakan fenomena ketika posisi matahari berada tepat di atas Ka’bah. Pada saat tersebut, bayangan benda yang berdiri tegak dapat digunakan sebagai pedoman untuk memeriksa kembali ketepatan arah kiblat.
Berdasarkan panduan Kementerian Agama, puncak fenomena Rashdul Qiblat pada 2026 berlangsung pada 15 dan 16 Juli pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Masyarakat dapat memanfaatkan peristiwa tersebut untuk memverifikasi arah kiblat di masjid, mushala, rumah, dan tempat ibadah lainnya.