Lampung (Humas) --- Kantor Wilayah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menggelar kegiatan pemaparan program kerja calon Agen Perubahan di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 16 peserta yang berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan kerjanya, Senin (18/5/2026) di Lapangan Tenis halaman kantor setempat.
Ketua Tim Kerja Organisasi dan Tata Laksana (Ortala), Syamsul, selaku ketua pelaksana dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan pemaparan program kerja ini merupakan bagian dari tahapan pemilihan Agen Perubahan periode 2026-2028. Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mendorong lahirnya inovasi dan budaya kerja yang adaptif di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung.
Ia menjelaskan, seluruh peserta diberikan kesempatan memaparkan gagasan dan program unggulan yang akan diterapkan apabila terpilih menjadi Agen Perubahan. Program-program tersebut diharapkan mampu mendukung reformasi birokrasi, penguatan pelayanan publik, serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Lampung, Yan Maradonna, mewakili Kepala Kanwil Kemenag Lampung Zulkarnain dalam sambutannya menegaskan bahwa Agen Perubahan memiliki peran strategis dalam membangun budaya kerja yang profesional, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Melalui Agen Perubahan, kita berharap lahir inovasi-inovasi baru yang mampu memperkuat budaya kerja, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta membangun kepercayaan publik terhadap Kementerian Agama," ujar Yan Maradonna.
Ia juga berpesan agar para calon Agen Perubahan mampu menjadi teladan di unit kerja masing-masing serta konsisten menghadirkan semangat perubahan di lingkungan kerja.
"Jangan hanya menjadi simbol perubahan, tetapi benar-benar menjadi penggerak perubahan. Bangun kolaborasi, jaga integritas, dan terus hadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat maupun internal organisasi," pesannya.
Selain itu, Yan Maradonna menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelayanan publik yang cepat, efektif, dan transparan sejalan dengan arah kebijakan transformasi digital Kementerian Agama.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mempresentasikan berbagai inovasi pelayanan dan penguatan tata kelola birokrasi. Salah satu peserta dari Bidang Penmad memaparkan program "Madrasah Bergerak" yang berfokus pada pelayanan madrasah yang bersih, gesit, religius, adaptif, dan kolaboratif melalui sistem monitoring pelayanan terintegrasi dan penyebaran informasi edukatif digital.
Sementara itu, peserta dari Bimas Islam memperkenalkan layanan konsultasi keagamaan berbasis WhatsApp yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan konsultasi keagamaan tanpa harus datang langsung ke kantor Kementerian Agama.
Beragam inovasi lain juga dipresentasikan, di antaranya digitalisasi dokumen manajemen ASN, penguatan layanan persuratan melalui aplikasi SRIKANDI, sistem peminjaman aula dan manajemen agenda pimpinan, hingga program literasi kitab suci ASN lintas agama.
Selain itu, terdapat pula gagasan pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk menciptakan pola kerja ASN yang lebih efektif dan efisien, serta program penguatan integritas, moderasi beragama, dan budaya kerja kolaboratif di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung.
Tampak hadir menyaksikan pemaparan tersebut Kepala Bodang Penaisberzawa, Kepala Bidang Hindu, Pembimas Buddha, Pembimas Katolik JFT, dan Pelaksana Kanwil Kemenag Lampung. (Humas)