Lampung, Kanwil Kemenag (Humas) — Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung dan Lampung Post menjajaki kolaborasi untuk mendorong guru serta siswa madrasah menjadi produsen informasi. Kerja sama itu mencakup pelatihan menulis, pengelolaan Reporter Cilik, dan penyediaan kanal publikasi pendidikan.
Rencana tersebut dibahas dalam audiensi jajaran Lampung Post dengan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Zulkarnain di Kanwil Kemenag Lampung, Senin (24/8/2026).
Dalam audiensi tersebut, Kakanwil didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, serta Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI).
Zulkarnain menyatakan dukungannya terhadap program yang membuka ruang bagi guru, siswa madrasah, santri, dan guru Pendidikan Agama Islam untuk mengembangkan kemampuan menulis dan jurnalistik.
“Banyak orang mampu menyampaikan gagasan secara lisan, tetapi masih kesulitan menuangkannya dalam tulisan. Guru perlu mendapat pendampingan agar memahami struktur, tata cara, dan bobot sebuah tulisan,” kata Zulkarnain.
Menurut dia, kemampuan menulis tidak hanya dibutuhkan untuk mendukung pengembangan profesi dan angka kredit guru. Tulisan juga menjadi sarana untuk menyebarluaskan pengetahuan, mendokumentasikan praktik pembelajaran, dan meninggalkan karya yang terus memberikan manfaat.
Zulkarnain menilai madrasah memiliki banyak prestasi dan inovasi yang layak diketahui masyarakat. Namun, berbagai capaian tersebut belum seluruhnya didukung kemampuan publikasi yang memadai.
“Madrasah tidak kekurangan potensi. Tantangan kita adalah mengemas dan memublikasikannya dengan baik agar masyarakat mengetahui kualitas serta berbagai capaian madrasah,” ujarnya.
Pemimpin Redaksi Lampung Post Abdul Gafur mengatakan, audiensi tersebut bertujuan mempererat hubungan sekaligus melanjutkan sinergi yang telah terbangun dengan Kanwil Kemenag Lampung.
Pada peringatan hari ulang tahun ke-52, Lampung Post mengusung tema Membangun Literasi, Melintasi Generasi. Tema itu menegaskan bahwa media tetap memiliki tanggung jawab meningkatkan literasi masyarakat di tengah perkembangan media sosial dan kehadiran influencer.
“Media memiliki tugas memastikan masyarakat memperoleh informasi yang valid, jujur, dan terpercaya agar tidak mudah menjadi korban hoaks,” kata Abdul Gafur.
Sebagai bagian dari rangkaian tersebut, Lampung Post akan menggelar Workshop Literasi 2026 pada 26-28 Agustus 2026. Kegiatan meliputi pelatihan menulis opini di media massa bagi guru dan dosen, menulis esai bagi mahasiswa, serta mengelola Reporter Cilik bagi guru sekolah dasar.
Program Reporter Cilik dirancang secara bertahap. Guru lebih dahulu dibekali pengetahuan jurnalistik agar kegiatan tersebut dapat dikembangkan menjadi program sekolah. Selanjutnya, siswa akan mengikuti pelatihan sebelum memasuki tahapan pemilihan Reporter Cilik terbaik tingkat Provinsi Lampung.
Abdul Gafur mengatakan, keterlibatan madrasah dalam program itu bukan hal baru. Pada penyelenggaraan 2024, sekitar separuh peserta Reporter Cilik berasal dari lingkungan Kementerian Agama. Sejumlah siswa madrasah juga berhasil meraih prestasi.
Untuk memperluas ruang publikasi, Lampung Post akan meluncurkan kanal Kabar Sekolah pada portal Lampost.co. Kanal tersebut disiapkan untuk menampung berita mengenai kegiatan, inovasi, dan prestasi sekolah maupun madrasah. Lampung Post juga menyediakan ruang Forum Guru untuk memuat opini dan artikel pendidikan.
Zulkarnain berharap kolaborasi tersebut juga menjadi ruang belajar bagi tenaga kehumasan Kementerian Agama. Humas, menurut dia, tidak cukup hanya menghasilkan berita untuk laman dan media sosial instansi, tetapi harus mampu menyajikan informasi yang bernilai, relevan, dan dikemas secara profesional.