LAMPUNG SELATAN, MTsN 3 (Humas) – Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan menyelenggarakan Sosialisasi Implementasi Interkoneksi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) dan Aplikasi Gaji Web (AGW) pada Madrasah di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan pada Senin, 3 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula MTsN 3 Lampung Selatan ini diikuti oleh kepala madrasah, operator, serta tenaga pendidik dan kependidikan dari berbagai madrasah di Kabupaten Lampung Selatan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan penguatan terkait implementasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) dan Aplikasi Gaji Web (AGW) sebagai bagian dari upaya transformasi digital tata kelola madrasah di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 3 Lampung Selatan, Abdurrahman, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada MTsN 3 Lampung Selatan sebagai tuan rumah kegiatan sosialisasi. Beliau menegaskan bahwa implementasi interkoneksi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) dan Aplikasi Gaji Web (AGW) merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan data kepegawaian yang tertib, valid, dan akuntabel. Menurutnya, integrasi kedua aplikasi tersebut akan memberikan kemudahan dalam pengelolaan administrasi kepegawaian serta mendukung terwujudnya tata kelola madrasah yang lebih profesional, efektif, dan transparan. Beliau juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga mampu mengimplementasikan hasil sosialisasi secara optimal di satuan kerja masing-masing.
Hadir sebagai narasumber sekaligus pembina kegiatan, H. Ahmad Rifa’i, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan, didampingi oleh Munjahid, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan, beserta jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan.
Dalam sambutannya, H. Ahmad Rifa’i menegaskan pentingnya profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas dan amanah jabatan. Ia menyampaikan pesan inspiratif agar setiap ASN madrasah senantiasa menjadikan jabatan sebagai sarana pengabdian.
"Taruhlah jabatan di tanganmu, bukan di hatimu." Pesan tersebut mengandung makna bahwa jabatan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan integritas tanpa menjadikannya sebagai sumber kesombongan maupun kepentingan pribadi.
Beliau juga menekankan bahwa keberhasilan madrasah tidak dapat dicapai secara individu, melainkan melalui kebersamaan, kekompakan, dan kerja sama seluruh unsur madrasah. Dengan semangat gotong royong, berbagai tantangan dan permasalahan dapat diselesaikan bersama sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis, penuh rasa persaudaraan, kasih sayang, serta saling mendukung dalam mewujudkan madrasah yang berprestasi dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Selain itu, ASN baik guru maupun tenaga kependidikan memiliki tanggung jawab yang harus dilaksanakan secara optimal, mulai dari kedisiplinan waktu, peningkatan kualitas pelayanan, hingga persiapan pembelajaran yang matang. Sebagai aparatur negara yang telah memperoleh hak dan fasilitas dari pemerintah, seluruh ASN dituntut memberikan kinerja terbaik sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kankemenag juga menegaskan komitmen untuk terus membangun budaya kerja yang mencerminkan nilai-nilai Kementerian Agama, yaitu disiplin, bersih, dan berwawasan ekoteologi. Menurutnya, madrasah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi informasi.
Materi utama yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi implementasi dan interkoneksi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) serta Aplikasi Gaji Web (AGW). Kedua aplikasi tersebut diharapkan mampu mendukung pengelolaan data kepegawaian, data keluarga, dan sistem penggajian secara lebih akurat, efektif, transparan, serta terintegrasi.
Implementasi interkoneksi SIMPEG dan AGW menjadi langkah strategis dalam memperkuat digitalisasi tata kelola madrasah. Selain meningkatkan efisiensi administrasi, digitalisasi juga berperan dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap madrasah yang profesional, disiplin, dan berprestasi. Pemanfaatan media digital dan konten kreatif juga didorong sebagai sarana publikasi berbagai program dan capaian madrasah kepada masyarakat luas.
Menutup arahannya, H. Ahmad Rifa’i mengingatkan bahwa seluruh ikhtiar dan usaha yang dilakukan harus senantiasa diiringi dengan doa dan tawakal kepada Allah SWT. Menurutnya, setiap doa yang dikabulkan maupun yang masih tertunda pasti mengandung hikmah terbaik. Tidak ada doa yang sia-sia, karena setiap doa akan menjadi investasi kebaikan yang bernilai di sisi Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat. (ahs)