Lampung (Humas) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mesuji menggelar Pembinaan dan Sosialisasi Literasi Zakat dan Wakaf di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) setempat, Rabu (5/11). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Lampung, Erwinto, dan diikuti oleh kepala KUA, kepala madrasah, penyuluh agama, serta seluruh ASN di lingkungan Kemenag Mesuji.
Dalam arahannya, Erwinto menegaskan bahwa ASN Kemenag harus menjadi pelopor dalam penguatan ekonomi umat melalui pengelolaan zakat dan wakaf yang profesional, transparan, dan berdampak. Menurutnya, zakat dan wakaf bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga wujud kasih sayang sosial dan tanggung jawab moral terhadap kehidupan.
“ASN Kemenag harus menjadi pelopor perubahan. Dengan memahami zakat dan wakaf, mereka tidak hanya melaksanakan kewajiban administratif, tetapi juga berperan sebagai agen pemberdayaan dan perekat kerukunan sosial,” ujar Erwinto.
Ia menjelaskan bahwa penguatan literasi zakat dan wakaf merupakan bagian dari implementasi Trilogi Kerukunan Jilid II, sebuah konsep yang digagas Kementerian Agama untuk memperkuat dimensi spiritual, sosial, dan ekologis dalam kehidupan umat. Trilogi tersebut menekankan keseimbangan antara kerukunan dengan Tuhan melalui ibadah yang tulus, kerukunan dengan sesama manusia melalui kepedulian sosial, serta kerukunan dengan alam semesta melalui perilaku yang menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Zakat dan wakaf merupakan manifestasi nyata dari nilai-nilai kerukunan. Melalui zakat, umat diajak peduli kepada sesama dan memperkuat solidaritas sosial. Sementara melalui wakaf, umat membangun peradaban yang berkelanjutan dan berorientasi pada kemaslahatan jangka panjang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Erwinto menambahkan bahwa semangat Trilogi Kerukunan Jilid II sejalan dengan arah pembangunan keagamaan dalam Asta Protas Kemenag atau delapan program prioritas berdampak. Program tersebut mencakup peningkatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, penguatan ekoteologi, layanan keagamaan berdampak, pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi, pemberdayaan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, sukses haji, serta digitalisasi tata kelola.
Kegiatan pembinaan di Mesuji ini, lanjutnya, merupakan implementasi nyata dari program Pemberdayaan Ekonomi Umat dalam Asta Protas Kemenag. Melalui peningkatan literasi zakat dan wakaf, Kemenag berupaya menumbuhkan kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai keagamaan dan sosial.
Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Mesuji, Ma’ruf, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh ASN, penyuluh agama, serta pengurus lembaga zakat dan wakaf di Mesuji. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran ASN dalam mengelola dana keagamaan.
“ASN Kemenag Mesuji harus memiliki pemahaman komprehensif agar dapat menjadi pelopor literasi zakat dan wakaf di tengah masyarakat. Ini bagian dari peran ASN dalam membangun kesejahteraan dan memperkuat nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Lampung, Heri Suliyanto, yang menekankan pentingnya peran penyuluh agama dalam menyukseskan program wakaf di Kabupaten Mesuji. Ia mendorong agar para penyuluh aktif menyosialisasikan wakaf kepada masyarakat, termasuk kepada calon pengantin, serta membantu penyelesaian permasalahan tanah wakaf secara profesional dan berorientasi pada kemaslahatan.
“Penyuluh agama adalah ujung tombak dalam membumikan nilai wakaf di masyarakat. Kami juga berpesan agar BWI Kabupaten Mesuji fokus menyelesaikan persoalan wakaf yang ada dengan pendekatan profesional dan berbasis kemaslahatan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Mesuji, Junaidi, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara BAZNAS dan Kemenag, baik di tingkat daerah maupun vertikal. Ia juga mengajak ASN dan peserta didik di sekolah-sekolah untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat.
“Kami berharap penyuluh dan kepala KUA di Kabupaten Mesuji terus menyosialisasikan program zakat di tengah masyarakat. Dengan sinergi yang baik, potensi zakat di Mesuji bisa dikelola secara optimal untuk kesejahteraan umat,” pungkasnya.(Anggithya/Kevin)