Lampung (Humas) — Mengenakan pakaian tradisional mighul, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Ny. Siti Aisyah Zulkarnain, berhasil meraih Best Costume dalam ajang Seruit Battle Festival Krakatau XXXV Tahun 2026, Jumat (28/8/2026), di Lapangan Saburai, Bandar Lampung.
Penampilan Ny. Siti Aisyah dengan pakaian mighul tidak hanya menjadi perhatian dalam kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Lampung melalui busana tradisional.
Mighul merupakan salah satu pakaian tradisional Lampung yang memiliki nilai budaya dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Lampung. Penggunaannya dalam ajang Seruit Battle menjadi cara sederhana untuk menghadirkan dan mengenalkan budaya daerah di tengah ruang publik.
“Pakaian yang kita kenakan bukan hanya untuk penampilan, tetapi juga membawa identitas dan pesan budaya. Dengan mengenakan mighul, kita ingin menunjukkan bahwa budaya Lampung memiliki kekayaan yang patut kita banggakan dan lestarikan,” ujar Ny. Siti Aisyah.
Menurutnya, penghargaan Best Costume yang diraih bukan semata-mata tentang kemenangan dalam perlombaan, tetapi menjadi momentum untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mengenal dan mencintai budaya Lampung.
“Alhamdulillah, kami bersyukur mendapatkan penghargaan ini. Bagi saya, yang terpenting bukan hanya juaranya, tetapi bagaimana kita bisa ikut memperkenalkan budaya Lampung dengan cara yang sederhana dan menyenangkan,” katanya.

Ia berharap kegiatan-kegiatan yang mengangkat budaya lokal dapat terus digelar dan melibatkan lebih banyak masyarakat. Menurutnya, pelestarian budaya tidak harus selalu dilakukan dalam kegiatan formal, tetapi dapat hadir dalam berbagai aktivitas masyarakat, termasuk festival kuliner.
“Budaya akan terus hidup kalau kita mau mengenal, menggunakan, dan mengenalkannya kepada orang lain. Semoga melalui kegiatan seperti ini, semakin banyak masyarakat yang bangga dengan budaya Lampung,” tuturnya.
Seruit Battle merupakan salah satu rangkaian Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 yang mengangkat kekayaan kuliner dan budaya Lampung. Dalam kegiatan tersebut, DWP Kanwil Kemenag Lampung turut berpartisipasi dengan menyajikan kuliner khas Lampung sekaligus menampilkan nuansa budaya daerah melalui busana yang dikenakan.
Keikutsertaan DWP Kanwil Kemenag Lampung dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
Raihan Best Costume melalui pakaian mighul menjadi pelengkap kebanggaan DWP Kanwil Kemenag Lampung dalam memeriahkan Festival Krakatau 2026. Sebuah penghargaan yang sekaligus membawa pesan sederhana: mengenakan budaya adalah salah satu cara untuk menjaganya tetap hidup.