Kemenag Tanggamus (Humas) -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Dr. H. Mahmuddin Aris Rayusman, M.Pd.I, memimpin dan membuka kegiatan rapat koordinasi yang diselenggarakan di ruang Kerja Kepala. Rapat ini bertujuan untuk memperkuat sinergitas melalui evaluasi jajaran di Kementerian Agama Tanggamus. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, (26/01)
Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari upaya dalam meningkatkan kinerja dan efektivitas kerja di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus. Dalam sambutannya, Dr. H. Mahmuddin Aris Rayusman menggarisbawahi pentingnya evaluasi sebagai alat untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pelaksanaan tugas serta untuk merumuskan langkah-langkah perbaikan ke depan.
Turut hadir dalam rapat ini beberapa pejabat dan perwakilan penting, antara lain Kasubbag Tata Usaha (TU) H. Mardanus, S.Ag., M.M., Kasi dan Penyelenggara, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Kepala Madrasah Negeri, Ketua APRI, Ketua FORMASTA, serta segenap peserta undangan lainnya.
Diskusi dalam rapat ini meliputi evaluasi berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh jajaran Kementerian Agama Tanggamus, termasuk pencapaian serta kendala yang dihadapi selama pelaksanaan. Selain itu, juga dibahas langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sinergitas antarunit kerja serta memperkuat koordinasi dalam upaya mencapai tujuan bersama.
Dr. H. Mahmuddin Aris Rayusman menekankan pentingnya kerja sama dan komunikasi yang baik antarunit kerja sebagai kunci keberhasilan dalam mencapai visi dan misi Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus. Beliau juga mengajak seluruh peserta rapat untuk berperan aktif dalam mewujudkan perubahan positif demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mengidentifikasi potensi-potensi yang perlu dikembangkan serta mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Dengan sinergitas yang kuat dan komitmen yang tinggi dari seluruh jajaran, Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus diyakini akan semakin mampu memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan di bidang keagamaan dan pendidikan.(frns)