Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan pentingnya menjaga toleransi dan memperkuat cinta kemanusiaan sebagai fondasi utama persatuan bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikan Zulkarnain saat menghadiri kegiatan "Fasilitasi Pertemuan Diskusi Peningkatan Toleransi Antarumat Beragama" di Nuwo Balak Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah, Selasa (19/5/2026).
Dalam sambutannya, Zulkarnain mengatakan Indonesia merupakan negara besar yang dianugerahi keberagaman suku, bahasa, budaya, dan agama. Karena itu, masyarakat Indonesia harus bersyukur mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan yang ada.
"Indonesia ini rumah besar kita bersama. Kita memiliki lebih dari seribu suku dan ratusan bahasa daerah, tetapi tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.
Ia mengungkapkan, konsep kerukunan umat beragama yang selama ini menjadi dasar kehidupan berbangsa perlu terus diperkuat dengan nilai cinta kemanusiaan sebagaimana digaungkan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.
Menurutnya, cinta kemanusiaan harus diwujudkan dalam sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menghindari sikap ekstrem dan eksklusif dalam beragama.
"Moderasi beragama adalah jalan tengah. Tidak berlebihan dalam beragama dan tidak pula mengurangi nilai agama itu sendiri. Jika seseorang merasa paling benar dan menyalahkan pihak lain, maka potensi konflik akan muncul," katanya.
Zulkarnain juga mencontohkan ajaran toleransi dalam berbagai agama yang mengedepankan kasih sayang kepada sesama manusia. Ia menilai seluruh agama mengajarkan perdamaian dan cinta kasih tanpa memandang perbedaan suku, ras, maupun keyakinan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran penyuluh agama, tokoh lintas agama, serta FKUB dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.
"Perbedaan adalah keniscayaan yang diciptakan Tuhan untuk menghadirkan keindahan dalam kehidupan. Seperti alat musik yang berbeda-beda, semuanya akan menjadi harmoni apabila saling melengkapi," ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Zulkarnain juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang dapat memecah belah persatuan, terutama yang berkaitan dengan agama dan politik.
"Kita ini sejatinya sudah hidup rukun sejak dahulu. Jangan sampai kepentingan politik atau kekuasaan merusak persaudaraan dan kebersamaan yang telah terjalin," tegasnya.
Kegiatan diskusi peningkatan toleransi antarumat beragama itu dihadiri Plt. Bupati Lampung Tengah, Kepala Bidang Bina Lembaga Kerukunan Agama dan Lembaga Keagamaan Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RIunsur pemerintah daerah, tokoh agama, perwakilan organisasi keagamaan di Kabupaten Lampung Tengah, serta tamu undangan lainnya. (Humas)