Way Kanan, KUA Bahuga (Humas) - - Suasana hangat terasa dalam kegiatan Seminar Laporan Aktualisasi Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS 2025 di KUA Bahuga. Selasa, (14/10). Dalam kegiatan tersebut, Robi Cahyadi, Kepala KUA Bahuga, tampil sebagai mentor bagi Muhammad Hafizh Kurniawan, CPNS formasi Penghulu, dengan Khaeroni bertindak sebagai penguji utama. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi Hafizh untuk memaparkan hasil aktualisasinya yang berjudul “Pemanfaatan Media Google Sites dalam Mendukung Layanan Nikah di KUA Bahuga.”
Dalam paparannya, Hafizh Kurniawan
menjelaskan bahwa inovasi berbasis teknologi ini lahir dari keinginannya
membantu masyarakat memperoleh informasi pernikahan dengan mudah dan cepat.
Melalui Google Sites, masyarakat kini dapat mengakses panduan, persyaratan,
hingga formulir layanan nikah secara daring. “Kami ingin menghadirkan layanan
yang lebih dekat dan lebih manusiawi, agar calon pengantin merasa terbantu
tanpa harus bolak-balik ke kantor,” ungkap Hafizh dengan penuh semangat.
Sebagai mentor, Robi Cahyadi
memberikan apresiasi atas ide yang menurutnya relevan dengan kebutuhan
masyarakat modern. Ia menilai langkah Hafizh menunjukkan semangat muda ASN yang
kreatif dan peduli terhadap pelayanan publik. “Kita ingin KUA menjadi rumah
bagi masyarakat, tempat yang ramah dan memudahkan. Inovasi seperti ini bukan
hanya soal teknologi, tapi soal empati terhadap kebutuhan umat,” ujar Robi
dengan nada penuh kebanggaan.
Sementara itu, Khaeroni selaku
penguji menilai laporan aktualisasi tersebut memiliki nilai kemanfaatan yang
tinggi. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program dan memastikan
masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. “Teknologi akan bermakna jika
digunakan untuk melayani dengan hati. Saya melihat semangat itu sudah mulai
tumbuh pada CPNS seperti Hafizh,” tutur Khaeroni memberikan apresiasi.
Kegiatan ini bukan sekadar ujian akhir pelatihan, tetapi juga ruang pembelajaran tentang makna pelayanan publik yang sesungguhnya. Melalui aktualisasi ini, KUA Bahuga menunjukkan bahwa semangat melayani masyarakat tidak hanya diwujudkan lewat administrasi yang tertib, tetapi juga melalui inovasi yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada kemudahan umat. (Ali/Bukhori/Dhany)