Bandar Lampung, MTsN 1 (Humas) — Kepala MTs Negeri 1 Bandar Lampung, Hamsir, menyosialisasikan hasil zoom meeting terkait pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) kepada para wakil kepala madrasah dan pembina mata pelajaran, Senin (24/8/2026). Sosialisasi ini menjadi langkah penting untuk menyamakan pemahaman sekaligus memantapkan strategi pembinaan murid yang akan dipersiapkan mengikuti kompetisi.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Madrasah menyampaikan berbagai informasi penting hasil pertemuan daring, mulai dari mekanisme pelaksanaan, ketentuan peserta, bidang yang dilombakan, tahapan seleksi, hingga sejumlah aspek teknis yang perlu menjadi perhatian madrasah. Informasi tersebut diharapkan segera ditindaklanjuti melalui program pembinaan yang terarah dan terkoordinasi.
Hamsir menekankan pentingnya peran pembina mata pelajaran dalam melakukan pemetaan potensi murid sesuai bidang masing-masing. Pembinaan tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bernalar, memecahkan masalah, serta membangun kesiapan mental dalam menghadapi kompetisi.
“Keberhasilan mengikuti OMI bukan hanya tanggung jawab murid atau pembina secara individual, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur madrasah,” tegasnya.
Karena itu, koordinasi antara pimpinan madrasah, wakil kepala madrasah, dan pembina mata pelajaran perlu diperkuat. Program latihan, pemetaan kemampuan, pendampingan, hingga evaluasi pembinaan diharapkan dapat dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Selain mengejar prestasi, Kepala Madrasah berharap keikutsertaan dalam OMI dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang positif di lingkungan madrasah. Proses pembinaan diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan belajar, rasa percaya diri, kemampuan berpikir, serta semangat murid dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
Melalui sosialisasi tersebut, MTsN 1 Bandar Lampung semakin memantapkan langkah menghadapi OMI. Hasil zoom meeting yang telah disampaikan menjadi dasar bagi para wakil kepala madrasah dan pembina mata pelajaran untuk menyusun tindak lanjut sesuai bidang masing-masing, sehingga seluruh proses persiapan dapat berjalan lebih terarah dan maksimal.(Abu)