Way Kanan, KUA Negara Batin (Humas) - - Suasana khidmat menyelimuti prosesi akad nikah ketika Filial tampil membawakan khutbah nikah yang sarat nasihat dan pesan mendalam bagi kedua mempelai. Di hadapan orang tua, keluarga, dan para tamu undangan, Filial menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, tetapi sebuah amanah besar yang harus dijaga dengan cinta, kesetiaan, dan tanggung jawab. (Minggu, 23/11/2025).
Dalam khutbahnya, Filial menegaskan
bahwa cinta adalah fondasi penting dalam membangun rumah tangga, namun tidak
cukup tanpa iman dan akhlak yang baik sebagai bingkai.
“Suami dan istri harus saling
menguatkan, saling menghormati, dan menjaga perasaan satu sama lain. Rumah
tangga akan kokoh jika dibangun dengan komunikasi yang baik dan kelapangan hati
untuk saling memaafkan,” ujarnya.
Filial juga menekankan bahwa amanah
pernikahan mengharuskan masing-masing pasangan menjalankan perannya dengan
sungguh-sungguh. Suami memikul tanggung jawab sebagai pemimpin keluarga,
memberi nafkah lahir dan batin, serta membimbing pada jalan kebaikan. Sementara
itu, istri menjadi pendamping mulia yang menjaga kehormatan rumah tangga,
mengelola keluarga dengan kasih sayang, dan mendukung langkah suami dalam
kebaikan.
Ia mengingatkan bahwa setiap rumah
tangga pasti menghadapi ujian, namun pasangan yang berpegang pada iman akan
mampu melewatinya bersama-sama.
“Bahagia bukan berarti tanpa
masalah. Kebahagiaan itu hadir ketika suami dan istri mampu menyelesaikan
persoalan dengan kepala dingin, doa, dan saling pengertian,” tambahnya.
Suasana semakin haru ketika Filial
mengajak kedua mempelai memohon restu orang tua sebagai langkah awal memasuki
kehidupan baru. Para tamu yang hadir tampak turut larut dalam suasana doa dan
kekhidmatan.
Menutup khutbahnya, Filial
memanjatkan doa agar Allah menjadikan pasangan pengantin sebagai keluarga
sakinah, mawaddah, warahmah, penuh keberkahan rezeki, dianugerahi ketenangan,
serta dikaruniai keturunan yang salih dan salihah.
“Rumah tangga yang diberkahi adalah
rumah tangga yang menjadikan Allah sebagai tujuan utama, bukan sekadar
pelengkap hidup,” pesannya.
Prosesi akad nikah kemudian dilanjutkan dengan ucapan selamat dari keluarga dan para tamu, menjadi penanda dimulainya perjalanan baru bagi kedua mempelai dalam membangun keluarga yang penuh harapan dan doa. (Nining/Bukhori/Dhany)
Editor: Fadilah