Mesuji, MTsN 1 (Humas) — Setelah lama vakum, Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTsN 1 Mesuji kembali bergerak. Sebanyak 11 kepala madrasah dari 16 madrasah anggota KKM MTsN 1 Mesuji menghadiri rapat koordinasi perdana yang digelar di MTsN 1 Mesuji, Selasa (8/9/2026).
Rapat tersebut menjadi langkah awal untuk mengaktifkan kembali KKM MTsN 1 Mesuji sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antarmadrasah anggota. Agenda pertemuan mencakup pembentukan kepengurusan baru, keberlanjutan program kerja dan kelompok kerja (pokja) KKM, serta rencana pembentukan kepengurusan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
Plt. Kasi Pendidikan Madrasah (Pendis) Kementerian Agama Kabupaten Mesuji sekaligus Kasubbag Kabupaten Mesuji, Gusdianto, dalam arahannya menekankan pentingnya KKM MTsN 1 Mesuji kembali aktif sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antarmadrasah. “KKM harus ada pembentukan pengurus baru, harus hidup, sehingga informasi madrasah bisa diakses dengan baik. Program dan pokja KKM harus berjalan,” kata Gusdianto.
Ia juga mengingatkan peserta rapat bahwa pertemuan tersebut berlangsung pada hari kedua pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat MTs. Sebanyak 178 peserta mengikuti OMI tingkat MTs, dan 33 peserta di antaranya akan melaju ke tingkat provinsi. “Kita sama-sama berusaha agar bisa tampil di provinsi,” ujar Gusdianto.
Menurut Gusdianto, capaian peserta didik dalam OMI membutuhkan dukungan bersama dari seluruh madrasah. Koordinasi yang baik di antara madrasah diharapkan dapat mendorong peserta didik untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi.
Setelah pembukaan, rapat dilanjutkan oleh Ketua KKM MTsN 1 Mesuji, M. Ali Imron. Ia menyampaikan hasil kegiatan bedah Capaian Pembelajaran (CP) yang diikuti bersama wakil kepala madrasah bidang kurikulum.
Ali mengatakan, materi bedah CP tersebut dapat menjadi salah satu dasar dalam menyusun standar minimal pembelajaran madrasah di Mesuji. Karena itu, diperlukan koordinasi antarmadrasah agar terdapat kesamaan pemahaman dalam pelaksanaan pembelajaran. “Kami mendapatkan materi bedah CP dan membawa waka kurikulum. Ini menjadi dasar standar minimal pembelajaran madrasah di Mesuji. Maka, harus ada koordinasi antarmadrasah di Mesuji,” kata Ali.
Selain membahas kurikulum, rapat tersebut menjadi awal penyusunan kepengurusan baru KKM MTsN 1 Mesuji. Peserta juga membahas rencana pembentukan kepengurusan MGMP sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan pengembangan kompetensi guru.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sharing dan diskusi yang dipandu Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum MTsN 1 Mesuji. Para kepala madrasah menyampaikan saran dan usulan terkait kegiatan KKM yang akan dilaksanakan ke depan. Melalui rapat perdana ini, KKM MTsN 1 Mesuji diharapkan kembali aktif dan tidak mengalami kevakuman. Kepengurusan baru, program kerja, dan pokja yang akan dibentuk diharapkan mampu memperkuat komunikasi serta membangun koordinasi yang lebih aktif dan harmonis antarmadrasah anggota.
Rapat tersebut sekaligus menjadi momentum bagi KKM MTsN 1 Mesuji untuk kembali membangun sinergi antarmadrasah anggota, menyelaraskan program, meningkatkan mutu pembelajaran, serta mendorong prestasi peserta didik hingga ke tingkat provinsi. (AWidadty)