Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

KUA Batang Hari Lampung Timur Raih Penghargaan Nasional Pemberdayaan Dana Sosial Keagamaan

Sabtu, 13 Desember 2025 Anggithya
KUA Batang Hari Lampung Timur Raih Penghargaan Nasional Pemberdayaan Dana Sosial Keagamaan
Anggithya
Anggithya

Lampung (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Unit layanan di bawah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung ini meraih Penghargaan Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2025 sebagai KUA Pemberdayaan Dana Sosial Keagamaan Lainnya.

Penghargaan tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI. Anugerah diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia kepada Kepala KUA Kecamatan Batang Hari pada malam penganugerahan Anugerah Layanan KUA 2025, Jumat (12/12/2025), di Grand Serpong Hotel, Kota Tangerang.

Dalam laporannya, Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menegaskan bahwa Anugerah Layanan KUA merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi ribuan insan KUA di seluruh Indonesia yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan keagamaan.


“Lebih dari 12.000 penghulu, 28.000 penyuluh agama, serta 35.000 pelaksana layanan setiap hari bekerja memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan keagamaan yang terbaik,” ujar Abu Rokhmad.

Ia menekankan bahwa penghargaan tersebut bukan ajang perlombaan, melainkan pengakuan atas kerja nyata para pelaksana layanan publik Kementerian Agama. Menurutnya, KUA sebagai unit terdepan Kemenag yang tersebar di 5.917 kecamatan terus berupaya memberikan layanan optimal, meski masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.

“Masih ada KUA yang berada di tanah wakaf, aset pemerintah daerah, atau milik pihak lain. Kami berharap dukungan pemerintah daerah agar dapat menghibahkan lahan sehingga Kemenag bisa membangun fasilitas yang lebih layak melalui skema SBSN,” katanya.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa KUA bukan sekadar unit administratif, melainkan memiliki fungsi teologis, sosial, dan kemasyarakatan yang sangat strategis.

“KUA itu bukan kantor biasa. Ia mentransformasikan yang haram menjadi halal melalui akad, berfungsi sebagai wali hakim, dan menghadirkan negara dalam setiap pembentukan keluarga,” ujar Menag.


Menanggapi capaian tersebut, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih KUA Kecamatan Batang Hari. Ia menilai penghargaan nasional ini menjadi bukti bahwa KUA di Lampung mampu berinovasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif dan komitmen kuat jajaran KUA dalam mengelola serta memberdayakan dana sosial keagamaan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Ini sekaligus menunjukkan bahwa KUA tidak hanya melayani administrasi, tetapi juga hadir memberdayakan umat,” ujar Zulkarnain.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi KUA lainnya di Provinsi Lampung untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat peran sosial keagamaan di tengah masyarakat.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Yulizar Andri menyampaikan ucapan selamat atas diraihnya penghargaan nasional oleh KUA Kecamatan Batang Hari.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan KUA dalam memperkuat fungsi pengelolaan dana sosial keagamaan secara terencana, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Selamat kepada KUA Batang Hari. Penghargaan ini menunjukkan bahwa dana sosial keagamaan dikelola secara sistematis dan diwujudkan dalam program yang tepat sasaran serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Yulizar.

Ia menambahkan, praktik baik tersebut akan didorong menjadi rujukan bagi KUA lain di Provinsi Lampung dalam memperkuat peran KUA sebagai pusat layanan dan pemberdayaan umat di tingkat kecamatan.(Anggithya/Azis)