Way Kanan, KUA Negeri Besar (Humas) – Dalam semangat memperkuat harmoni antara nilai spiritualitas dan warisan budaya, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Negeri Besar menghadiri acara Pengukuhan Generasi Pemuda dan Muli Meghanai Buay Pemuka Bangsa Raja, yang digelar pada Selasa (22/07) di Balai Sesat Tantan Gumanti Negeri Besar.
Kehadiran KUA Kecamatan Negeri Besar dalam kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal yang selaras dengan prinsip-prinsip ajaran agama Islam. Acara yang sarat dengan simbol-simbol adat ini menjadi ruang pertemuan antara budaya dan agama dalam menciptakan generasi muda yang berkarakter, santun, dan berakhlak.
Plt. Kepala KUA Kecamatan Negeri Besar yang diwakili oleh Penyuluh Agama Islam KUA, Kaisar Mega, S.Ag., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, adat dan agama bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan bisa berjalan beriringan membentuk masyarakat yang harmonis.
"Generasi muda adalah penjaga masa depan. Ketika mereka memahami dan mencintai adat istiadat yang berpijak pada nilai-nilai agama, maka mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara spiritual dan sosial," ungkapnya.
Pengukuhan generasi Muda ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta aparat pemerintahan. Prosesi Pengukuhan ini dijalankan dengan khidmat, dipadukan dengan pembacaan doa sebagai bentuk penguatan spiritual kepada para pemuda dan muli meghanai yang dikukuhkan.
KUA Kecamatan Negeri Besar berharap pada kepengurusan baru ini mampu mewujudkan gerakan dalam membumikan nilai-nilai keagamaan yang berpadu dengan budaya luhur warisan nenek moyang.
Dengan semangat kolaboratif ini, diharapkan para generasi muda tidak hanya menjadi pewaris tradisi, tetapi juga menjadi pelopor perubahan yang menjunjung tinggi moralitas, religiusitas, dan kecintaan terhadap budaya. (Tomy/Asep)