Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Marwansyah, mengukuhkan Pengurus Pegawai Pensiunan Kementerian Agama Masa Bakti 2025–2030, Rabu (22/4) di Aula Saibatin kantor setempat.
Dalam
sambutannya, Zulkarnain menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang
baru dikukuhkan serta berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan
penuh tanggung jawab dan menjadi ladang ibadah.
“Atas nama
pribadi dan keluarga besar Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, saya mengucapkan
selamat kepada Bapak dan Ibu yang telah dikukuhkan. Semoga amanah ini menjadi
ladang amal ibadah dan terus memberi manfaat bagi umat,” ujarnya.
Zulkarnain
menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian. Menurutnya,
pengabdian kepada masyarakat dan agama tidak dibatasi oleh status kepegawaian.
“Dalam Islam,
tidak ada istilah berhenti berbuat kebaikan. Pengabdian itu berjalan terus hingga
akhir hayat. Hanya kematian yang menghentikan kita untuk beramal,” tegasnya.
Ia juga
mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antarsesama, khususnya dalam wadah
organisasi pensiunan. Menurutnya, dosa yang berkaitan dengan sesama manusia
harus diselesaikan dengan saling memaafkan.
“Kalau kita
punya kesalahan dengan sesama, maka harus diselesaikan. Jangan sampai amal
kebaikan kita habis karena menyakiti orang lain. Maka jaga lisan, jaga sikap,
dan perkuat persaudaraan,” pesannya.
Lebih lanjut, Zulkarnain mengajak para pensiunan untuk tetap aktif dan produktif di tengah masyarakat. Ia menyebut para pensiunan justru memiliki peluang lebih besar untuk mengatur kehidupannya secara mandiri.
“Para pensiunan ini adalah top manager bagi dirinya sendiri. Bisa mengatur waktu, menjaga kesehatan, mengelola keuangan, bahkan bisa menjadi entrepreneur dan tetap berkarya di masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga
menekankan pentingnya peran pensiunan dalam memberikan keteladanan serta
kontribusi nyata di tengah masyarakat, termasuk melalui kegiatan sosial
keagamaan.
“Sebaik-baik
manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Maka teruslah hadir
memberi manfaat, menjadi teladan, dan menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah
masyarakat,” lanjutnya.
Zulkarnain
turut menyinggung pentingnya kepedulian sosial melalui pengelolaan zakat,
infak, dan sedekah. Ia menilai dana sosial keagamaan harus dikelola dan
disalurkan secara optimal untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kita harus
peduli. Dana zakat dan sedekah itu harus terus bergerak, didistribusikan, agar
memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan,” tegasnya.
Sementara
itu, Ketua Panitia Ngatio dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini
diikuti oleh 82 peserta dan akan dilanjutkan dengan berbagai program kerja, termasuk
pertemuan rutin serta pembinaan kesehatan bagi para pensiunan.
“Walaupun
kami sudah purna tugas, semangat pengabdian tidak akan berhenti. Kami akan
terus berkhidmat dan menjaga kebersamaan melalui program-program yang telah
disusun,” ujarnya.
Ngatio juga
berharap adanya dukungan dari berbagai pihak agar program yang direncanakan
dapat berjalan optimal.
Pada
kesempatan yang sama, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, dr.
Lukman Pura, mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan
apresiasi dan ucapan selamat kepada para pengurus yang telah dikukuhkan.
Ia menilai
organisasi pensiunan memiliki peran penting sebagai penjaga nilai dan perekat
sosial di tengah masyarakat, serta diharapkan dapat terus berkontribusi dalam
mendukung pembangunan daerah.
“Rangkul semua pihak, bangun kolaborasi, dan terus hadir sebagai teladan di tengah masyarakat. Mari bersama mewujudkan Lampung Maju yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga kuat dalam nilai, budaya, dan moralitas,” pungkasnya. (Humas)
Penulis : Anggithya
Fotografer : Aziz/Kevin/Aditya