Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Kukuhkan Pengurus Pensiunan Kemenag Lampung, Zulkarnain Tekankan Tetap Produktif dan Menjaga Persaudaraan

Rabu, 22 April 2026 Anggithya
Kukuhkan Pengurus Pensiunan Kemenag Lampung, Zulkarnain Tekankan Tetap Produktif dan Menjaga Persaudaraan
Anggithya
Anggithya

Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Marwansyah, mengukuhkan Pengurus Pegawai Pensiunan Kementerian Agama Masa Bakti 2025–2030, Rabu (22/4) di Aula Saibatin kantor setempat.

Dalam sambutannya, Zulkarnain menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dikukuhkan serta berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan menjadi ladang ibadah.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu yang telah dikukuhkan. Semoga amanah ini menjadi ladang amal ibadah dan terus memberi manfaat bagi umat,” ujarnya.

Zulkarnain menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat dan agama tidak dibatasi oleh status kepegawaian.

“Dalam Islam, tidak ada istilah berhenti berbuat kebaikan. Pengabdian itu berjalan terus hingga akhir hayat. Hanya kematian yang menghentikan kita untuk beramal,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antarsesama, khususnya dalam wadah organisasi pensiunan. Menurutnya, dosa yang berkaitan dengan sesama manusia harus diselesaikan dengan saling memaafkan.

“Kalau kita punya kesalahan dengan sesama, maka harus diselesaikan. Jangan sampai amal kebaikan kita habis karena menyakiti orang lain. Maka jaga lisan, jaga sikap, dan perkuat persaudaraan,” pesannya.

Lebih lanjut, Zulkarnain mengajak para pensiunan untuk tetap aktif dan produktif di tengah masyarakat. Ia menyebut para pensiunan justru memiliki peluang lebih besar untuk mengatur kehidupannya secara mandiri.


“Para pensiunan ini adalah top manager bagi dirinya sendiri. Bisa mengatur waktu, menjaga kesehatan, mengelola keuangan, bahkan bisa menjadi entrepreneur dan tetap berkarya di masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran pensiunan dalam memberikan keteladanan serta kontribusi nyata di tengah masyarakat, termasuk melalui kegiatan sosial keagamaan.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Maka teruslah hadir memberi manfaat, menjadi teladan, dan menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Zulkarnain turut menyinggung pentingnya kepedulian sosial melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Ia menilai dana sosial keagamaan harus dikelola dan disalurkan secara optimal untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kita harus peduli. Dana zakat dan sedekah itu harus terus bergerak, didistribusikan, agar memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Ngatio dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 82 peserta dan akan dilanjutkan dengan berbagai program kerja, termasuk pertemuan rutin serta pembinaan kesehatan bagi para pensiunan.

“Walaupun kami sudah purna tugas, semangat pengabdian tidak akan berhenti. Kami akan terus berkhidmat dan menjaga kebersamaan melalui program-program yang telah disusun,” ujarnya.

Ngatio juga berharap adanya dukungan dari berbagai pihak agar program yang direncanakan dapat berjalan optimal.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, dr. Lukman Pura, mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para pengurus yang telah dikukuhkan.

Ia menilai organisasi pensiunan memiliki peran penting sebagai penjaga nilai dan perekat sosial di tengah masyarakat, serta diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah.

“Rangkul semua pihak, bangun kolaborasi, dan terus hadir sebagai teladan di tengah masyarakat. Mari bersama mewujudkan Lampung Maju yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga kuat dalam nilai, budaya, dan moralitas,” pungkasnya. (Humas)


Penulis :  Anggithya

Fotografer  :  Aziz/Kevin/Aditya