Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Kurikulum Berbasis Cinta, KKM MTs Lampung Barat Perkuat Pendidikan Berkarakter

Kamis, 03 September 2026 MTsN 1 Lampung Barat Editor: Anggithya
Kurikulum Berbasis Cinta, KKM MTs Lampung Barat Perkuat Pendidikan Berkarakter
MTsN 1 Lampung Barat
MTsN 1 Lampung Barat
Foto: Chaisar
Lampung Barat, MTsN 1(Humas) - - Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs se-Kabupaten Lampung Barat menggelar Diseminasi Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Aula MTsN 1 Lampung Barat, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 150 peserta yang merupakan anggota KKM MTs dari berbagai madrasah di Kabupaten Lampung Barat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan menyamakan persepsi para pengelola madrasah dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta pada proses pendidikan dan pembelajaran di madrasah.

Kepala MTsN 1 Lampung Barat sekaligus Ketua KKM MTs se-Kabupaten Lampung Barat Desi Arisandi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perubahan kurikulum pada dasarnya merupakan bagian dari dinamika pendidikan. Menurutnya, substansi pendidikan yang diterapkan tidak sepenuhnya berubah, melainkan terdapat penguatan dan penyesuaian terhadap kebutuhan pendidikan saat ini.

"Sebenarnya kurikulum itu tidak berubah dari dulu, hanya namanya saja yang berubah, namun isinya tidak jauh berbeda," ujar Desi.

Desi menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan yang menekankan penguatan nilai-nilai cinta dalam seluruh proses pendidikan. Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik, kepedulian terhadap sesama, keteladanan, serta pembentukan karakter dan akhlak mulia.

"KBC bukan sekadar perubahan istilah dalam kurikulum, tetapi bagaimana nilai-nilai cinta dapat benar-benar hadir dalam kehidupan dan pembelajaran di madrasah," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Desi juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat Miftahus Surur, Kasi Pendidikan Madrasah Suherman, Pengawas Madrasah Fifi Alili, para kepala madrasah, serta seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan diseminasi.

"Terima kasih kepada Kepala Kankemenag, Kasi Penmad, Pengawas Madrasah, para kepala madrasah, dan seluruh peserta yang telah hadir serta mendukung kegiatan diseminasi pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta," ungkap Desi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat Miftahus Surur, dalam arahannya mengapresiasi pelaksanaan diseminasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan madrasah yang humanis, religius, dan berkarakter.

"Diseminasi ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem madrasah yang humanis dan berkarakter," tegas Miftahus Surur.

Ia meluruskan pemahaman bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan merupakan kurikulum baru yang memberikan tambahan beban administratif kepada guru. KBC, menurutnya, lebih diarahkan sebagai pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai cinta dan ketulusan dalam proses pembelajaran yang telah berjalan.

"KBC bukanlah kurikulum baru yang menambah beban administratif, melainkan sebuah pendekatan bertahap yang menitikberatkan pada pengendapan nilai-nilai cinta dan ketulusan ke dalam proses pembelajaran sehari-hari," jelasnya.

Miftahus menambahkan bahwa keberhasilan penerapan KBC sangat bergantung pada kesiapan dan keteladanan tenaga pendidik. Guru di lingkungan madrasah tidak cukup hanya menjalankan fungsi sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membimbing dan membentuk kepribadian peserta didik.

"Pendidik madrasah dituntut tidak hanya menjalankan peran transfer ilmu, tetapi juga menjadi seorang murobbi yang mampu membimbing, mengayomi, dan menyentuh dimensi rohani peserta didik secara mendalam," katanya.

Menurut M Surur, pembentukan karakter dan penguatan spiritual peserta didik membutuhkan proses panjang serta komitmen bersama. Oleh karena itu, guru harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang memberikan rasa aman, nyaman, dan membahagiakan bagi peserta didik.

"Diperlukan kesabaran, empati, serta komitmen yang berkelanjutan dari para guru agar ruang belajar mampu menjadi tempat yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh anak didik," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala MTsN 1 Lampung Barat Bidang Kurikulum Erya Sujannah, turut menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan materi mengenai konsep Kurikulum Berbasis Cinta, prinsip pelaksanaannya, serta bentuk implementasi KBC dalam kegiatan pembelajaran.

Erya juga memberikan penjelasan teknis mengenai pengolahan KBC pada setiap mata pelajaran. Menurutnya, penerapan KBC perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran agar nilai-nilai cinta dapat terintegrasi secara kontekstual dan tidak terkesan sebagai materi tambahan.

"KBC perlu diterapkan pada setiap mata pelajaran dengan menyesuaikan karakteristik materi dan tujuan pembelajaran, sehingga nilai cinta tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan," terang Erya.

Melalui kegiatan diseminasi ini, KKM MTs se-Kabupaten Lampung Barat diharapkan dapat memperkuat sinergi antarmadrasah dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta. Pemahaman yang diperoleh peserta selanjutnya diharapkan dapat diteruskan dan diterapkan di madrasah masing-masing sebagai bagian dari upaya membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter, akhlak, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Kegiatan yang diikuti 150 anggota KKM MTs dari berbagai madrasah tersebut ditutup dengan sesi diskusi dan penguatan pemahaman peserta terkait implementasi KBC pada satuan pendidikan masing-masing. Diseminasi ini menjadi salah satu langkah KKM MTs se-Kabupaten Lampung Barat dalam mendorong terwujudnya madrasah yang semakin humanis, berkarakter, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang dilandasi nilai-nilai cinta dan ketulusan. (Betrik).