Lampung (Humas) --- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung bekerja sama dengan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Provinsi Lampung menggelar Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme, Jumat (22/5/2026), di Vihara Vajra Bumi Lampung.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DWP Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Ny. Siti Aisyah Zulkarnain didampingi Wakil Ketua Ny. Fenny Maradonna beserta jajaran pengurus, Pembimas Buddha Puji Purwaningsih, unsur majelis, lembaga dan organisasi keagamaan Buddha Provinsi Lampung, serta para peserta pelatihan.
Ketua WALUBI Provinsi Lampung Christian Chandra yang diwakili Andri Sukhita selaku ketua panitia menyampaikan bahwa pelatihan eco enzyme dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan hidup sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara bijak. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna dan ramah lingkungan. Ia juga mengapresiasi kolaborasi bersama DWP Kanwil Kemenag Provinsi Lampung dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan.

Dalam sambutannya, Ketua DWP Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Ny. Siti Aisyah Zulkarnain menyampaikan apresiasi kepada WALUBI Provinsi Lampung atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai membawa manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan. Ia mengatakan, pelatihan pembuatan eco enzyme menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui pemanfaatan limbah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sisa sayuran.
"Eco enzyme adalah salah satu solusi cerdas dan ramah lingkungan yang dapat kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Limbah organik yang selama ini hanya dibuang ternyata dapat diolah menjadi cairan yang bermanfaat untuk membersihkan, menyuburkan tanah, hingga membantu menjaga kualitas lingkungan," ujarnya.
Ny. Siti Aisyah menjelaskan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi kaum perempuan untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah rumah tangga. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan ramah lingkungan dimulai dari lingkungan keluarga. "Kaum perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama dimulai dari dapur rumah tangga. Dengan membiasakan membuat dan memanfaatkan eco enzyme, kita tidak hanya mengurangi sampah rumah tangga, tetapi juga ikut menjaga kesehatan lingkungan," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan semangat menjaga harmoni dengan alam serta mencerminkan nilai kepedulian sosial dan cinta kasih terhadap lingkungan sekitar.
Ny. Siti Aisyah berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta dalam pelatihan tersebut tidak berhenti di lokasi kegiatan saja, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada masyarakat luas. "Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan di rumah masing-masing dan dibagikan kepada keluarga maupun masyarakat sekitar. Hal kecil seperti mengolah sampah organik bisa memberikan dampak besar bagi kelestarian bumi jika dilakukan bersama-sama," ungkapnya.
Selain itu, ia menilai pelatihan eco enzyme menjadi salah satu bentuk pemberdayaan perempuan yang produktif dan bermanfaat. Menurutnya, perempuan tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Puji Purwaningsih menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan eco enzyme merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara bijak dan produktif. Ia mengajak masyarakat untuk mulai memilah dan memanfaatkan limbah organik rumah tangga sebagai bahan dasar pembuatan eco enzyme sehingga dapat membantu mengurangi persoalan sampah di lingkungan sekitar.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diisi praktik langsung pembuatan eco enzyme bersama narasumber. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan hingga sesi diskusi dan foto bersama.(Humas)