Lampung (Humas) --- Musibah banjir yang melanda wilayah Panjang, Kota Bandar Lampung, pada Senin dini hari (21/4/2025) turut merendam Madrasah Ibtidaiyah Masyariqul Anwar (MIMA) Panjang. Menyikapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Erwinto, turun langsung meninjau lokasi dan memberi dukungan kepada warga madrasah.
Banjir yang terjadi
sekitar pukul 03.30 WIB itu merendam seluruh ruang kelas, ruang guru, serta
perpustakaan dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter. Akibatnya, banyak
fasilitas belajar rusak berat dan tak dapat digunakan sementara waktu.
Dalam kunjungannya,
Erwinto didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Ahmad Rifa’i; Kepala
Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Bandar Lampung, Said Karimin; serta
Kepala MAN 2 Bandar Lampung, Nauval. Mereka disambut Kepala Madrasah, Hadi
Fathullah, para guru, serta siswa-siswi yang tengah membersihkan sisa-sisa
lumpur pascabanjir.
“Kami hadir untuk memastikan
bahwa pendidikan di madrasah ini tetap bisa berjalan meski dalam keterbatasan.
Ini bentuk tanggung jawab moral kami terhadap dunia pendidikan, terutama
madrasah di bawah naungan Kementerian Agama,” ujar Erwinto.
Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak banjir yang melumpuhkan aktivitas belajar. Kemenag, lanjutnya, akan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk percepatan pemulihan sarana dan prasarana. Erwinto juga berdialog langsung dengan para guru dan warga sekitar guna menggali kebutuhan paling mendesak.
“Kami mendorong
seluruh jajaran Kemenag setempat untuk segera menginventarisasi kerusakan dan
menyampaikan laporan kepada pihak terkait, agar penanganannya bisa cepat dan
tepat,” tambahnya.
Meski kondisi
fasilitas mengalami kerusakan, para guru dan siswa tetap hadir dan menunjukkan
semangat untuk memulihkan kondisi madrasah. Kepada mereka, Erwinto menyampaikan
apresiasi atas ketangguhan dan dedikasi menjaga keberlangsungan pendidikan.
Ia mengajak seluruh
elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan untuk bergotong
royong membantu pemulihan madrasah. “Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi
juga tentang membangkitkan kembali semangat para guru dan siswa,” pungkasnya.
Ahmad Rifa’i
menambahkan, laporan teknis terkait kondisi MIMA Panjang akan segera dikirim ke
Kementerian Agama Pusat guna mendapatkan alokasi anggaran darurat. “Kami kawal
proses ini agar madrasah dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala,”
ujarnya.
Sementara itu,
Kepala MIMA Panjang, Hadi Fathullah, mengucapkan terima kasih atas perhatian
dan dukungan Kanwil Kemenag Lampung. Ia berharap upaya pemulihan bisa berjalan
cepat dan efektif. “Kehadiran Plt. Kakanwil memberikan semangat baru bagi kami
untuk bangkit dari musibah ini,” katanya.(Anggithya/R.Hasby/Rizki)