Bandar Lampung, MAN 1 (Humas), Madrasah
Aliyah Negeri (MAN) 1 Bandar Lampung di
hari Rabu 2 Juli 2025 dengan antusias menyambut kembali tujuh guru PPPK. Guru PPPK
tersebut merupakan guru yang semula mengabdi di MAN 1 Bandar Lampung yang
kemudian diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada
formasi tahun 2022. Penugasan mereka kembali di MAN 1 Bandar Lampung yaitu untuk
memenuhi kebutuhan dan ketersediaan jabatan guru.
Hal tersebut berdasarkan sambutan yang disampaikan
oleh Erwinto selaku Plt. Kepala Kantor Wilayah Kemenag Lampung saat Pembinaan
dan Penyampaian SK Penugasan PPPK Guru di Aula Saibatin.
“Sejumlah guru PPPK formasi tahun 2022 di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung akan ditugaskan kembali di satker awal mengajar. Penugasan tersebut disesuaikan dengan analisis beban kerja dan kebutuhan tenaga pendidik di madrasah asal”, ungkap Erwinto saat penyambutannya pada Selasa (1/07/25).
Kedatangan ketujuh guru tersebut disambut dengan hangat oleh Ahmad Gumrowi selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Joko Dwi Surawu selaku Wakil Kepala Bidang Kesiswaan dan Tri Sutanto Wakil Kepala Bidang Sarana Prasarana mewakili Kepala MAN 1 Bandar Lampung, Lukman Hakim di halaman MAN 1 Bandar Lampung.
"Selamat datang dan selamat bertugas para guru PPPK formasi 2022 yang mendapatkan SK penugasan kembali di MAN 1 Bandar Lampung yaitu Dewi Kusumawati, M.Pd., Eva Nuryana, M.Pd., Dardiri, M.Pd., Rico Yulianto, S.Pd., Desty Yusniarti, M.Pd., Rohmawati, S.Pd. dan Diah Fuji Lestari, S.Pd, semoga dua tahun ini membawa ilmu baru yang dapat diterapkan dan membuat kemajuan untuk MAN 1 Bandar Lampung” ujar Gumrowi, salah satu wakil kepala madrasah saat penyambutan.
Hal tersebut disampaikan mengingat
ketujuh guru PPPK telah memiliki pengalaman mengajar dan pengabdian di berbagai
daerah sebelum kembali ditempatkan di MAN 1 Bandar Lampung.
Pengalaman yang mereka peroleh
diharapkan menjadi bekal yang berharga untuk berkontribusi memajukan program
yang ada di madrasah. Kehadiran mereka juga tidak hanya mengisi kekosongan
formasi guru, tetapi bisa menjadi penguat barisan pendidik yang berkualitas,
membawa ide dan inovasi baru untuk kemajuan madrasah. (HrS/Aska69/AS/Yn/KK).
Editor : Fadilah