Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

MAN 2 Tubaba Lampung Raih Penghargaan Film Favorit di Festival Film Pendek Moderasi Beragama 2024

Kamis, 29 Agustus 2024 Fadilah
MAN 2 Tubaba Lampung Raih Penghargaan Film Favorit  di Festival Film Pendek Moderasi Beragama 2024
Fadilah
Fadilah

Lampung, Kemenag (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri 2 Tulang Bawang Barat yang berada dalam naungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung kembali mengukir prestasi gemilang dalam dunia sinematografi. Mereka berhasil meraih penghargaan di ajang bergengsi, Festival Film Pendek Moderasi Beragama 2024, yang diselenggarakan oleh Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia. Acara puncak yang penuh kemegahan ini digelar di Balai Sawala, UNPAD Jatinangor, Bandung, dengan menghadirkan sineas muda berbakat dari seluruh Indonesia, termasuk siswa-siswi madrasah dari Lampung.


Festival ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan tema-tema seperti Komitmen Kebangsaan, Toleransi Beragama, Anti Kekerasan, Keberagaman, dan Penghormatan Terhadap Tradisi Lokal, para peserta, khususnya dari madrasah, ditantang untuk menyampaikan pesan-pesan tersebut melalui karya film pendek yang kreatif dan menginspirasi.

Kakanwil Kemenag Lampung, Puji Raharjo, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas prestasi yang diraih oleh MAN 2 Tulang Bawang Barat dalam ajang lomba film pendek moderasi beragama. "Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada MAN 2 Tulang Bawang Barat yang telah menunjukkan bahwa madrasah di Lampung tidak hanya unggul dalam aspek keagamaan, tetapi juga mampu menonjol dalam bidang kreatif dan sinematografi," ungkapnya.

"Keberhasilan MAN 2 Tulang Bawang Barat dalam meraih penghargaan Film Favorit pilihan masyarakat di media sosial melalui film pendek berjudul 'Dhawak' adalah pencapaian luar biasa. Film ini berhasil memikat perhatian dengan narasi yang kuat dan visual yang memukau, menjadi salah satu karya yang paling diperbincangkan dalam festival ini. Saya harap prestasi ini tidak berhenti di sini, tetapi terus dikembangkan sehingga dapat membawa nama baik Madrasah Lampung dalam festival-festival berikutnya," ucap Kakanwil dengan penuh rasa syukur.

Sementara itu, Dedi Mizwar, sebagai dewan juri  festival juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas film pendek yang diproduksi oleh siswa-siswi madrasah. “Film-film dari siswa madrasah menunjukkan kedalaman pemahaman mereka terhadap tema moderasi beragama. Ini sangat membanggakan melihat generasi muda memiliki gagasan moral yang disampaikan dengan estetika dan kepekaan sosial yang tinggi,” ujarnya.

Pengamat pendidikan Sidik Sisdiyanto, yang juga dikenal sebagai pecinta kopi, turut mengomentari kesuksesan tersebut. "Keberhasilan ini tidak terlepas dari penilaian yang ketat dan profesional oleh para juri ternama yang terlibat dalam festival ini," tuturnya.

"Dewan juri yang terdiri dari tokoh-tokoh berpengaruh dalam dunia sinematografi dan moderasi beragama, serta profesional di dunia sinematografi Indonesia, seperti Alissa Wahid dari Pokja Nasional Moderasi Beragama, Dedi Mizwar, aktor senior dan sutradara, Amien Suyitno, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, serta Aria Kusumadewa, pemenang Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2009, memberikan penilaian Film.pendek "Dhawak" berdasarkan kualitas narasi, kekuatan pesan, inovasi visual, dan kemampuan film dalam menyampaikan tema moderasi beragama," tambah Sidik.

Terima kasih dari panitia kepada semua pihak yang berkontribusi, terutama kepada siswa-siswa madrasah yang telah menunjukkan kualitas dan kreativitas terbaik mereka. Keberhasilan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi madrasah di Lampung untuk terus berinovasi dan berpartisipasi dalam ajang-ajang bergengsi lainnya, serta tetap menjadi teladan dalam mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.

“Dengan capaian ini, madrasah tidak hanya membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam membina akhlak dan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pusat kreativitas yang mampu bersaing di kancah nasional,” tutup Sidik.

Kepala MAN 2 Tulang Bawang Barat Lampung, Mariyon, juga mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi siswa-siswinya. "Film pendek bertajuk moderasi beragama yang disutradarai Sdr. M. Aji Whira Wardhana ini adalah bukti nyata bahwa madrasah mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga kreatif dan inovatif. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi," ujar Mariyon

(Humas)