Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Menag Buka PPSN VI 2026, Santri Disiapkan Jadi Generasi Mandiri dan Mendunia

Kamis, 01 Oktober 2026 • Kevin •Editor: Mela
Menag Buka PPSN VI 2026, Santri Disiapkan Jadi Generasi Mandiri dan Mendunia
Kevin
Kevin
Foto: Kevin

MALANG, Kemenag Lampung (Humas) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain menghadiri pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (1/10/2026). Ia hadir bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Lampung Siti Aisyah Zulkarnain dan Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI) Indra Jaya.

PPSN VI 2026 dibuka Menteri Agama RI. Dalam arahannya, Menag mendorong Pramuka Santri menjadi generasi berkarakter, mandiri, berprestasi, dan mampu berkiprah di tingkat global.

Menag mengatakan, nilai kesantrian dan kepramukaan memiliki titik temu dalam pembentukan karakter generasi muda. Keduanya mengajarkan kedisiplinan, solidaritas, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan menciptakan ketenangan di tengah masyarakat.

“Seorang kader Pramuka jangan suka membuat orang resah, tetapi harus membuat situasi menjadi gampang, menjadi mudah. Seorang kader Pramuka tidak boleh mencari masalah dan membesar-besarkan masalah,” kata Menag.

Menurut Menag, Pramuka Santri harus mampu menyikapi persoalan secara bijak. Masalah kecil tidak semestinya didramatisasi hingga berkembang menjadi persoalan yang lebih besar dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Seorang Pramuka tidak boleh mendramatisasi sesuatu yang kecil menjadi besar. Itu bisa merusak bangsa. Jadilah moderator, bukan provokator,” ujarnya.


Selain karakter, Menag menekankan pentingnya prestasi dan penguasaan kompetensi bagi generasi santri. Ia mengangkat sejumlah kisah pada masa Rasulullah SAW untuk menggambarkan pentingnya memberikan penghargaan kepada generasi muda yang memiliki kemampuan dan prestasi.

Menag juga menyinggung Zaid bin Tsabit sebagai contoh pentingnya penguasaan bahasa. Kemampuan berbahasa menjadi bekal bagi generasi muda untuk memperluas wawasan dan berkomunikasi dengan masyarakat dunia.

Karena itu, santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga terus mengembangkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan berkomunikasi, dan kecakapan yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan zaman.

PPSN VI berlangsung pada 30 September hingga 6 Oktober 2026. Kegiatan ini mempertemukan Pramuka Santri dari berbagai daerah di Indonesia melalui rangkaian kegiatan kepramukaan, kompetisi, penguatan karakter, serta kegiatan sosial dan lingkungan.

Lampung mengirimkan 29 orang dalam kontingen PPSN VI 2026. Kontingen tersebut terdiri atas 24 santriwan dan santriwati, dua Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda), serta tiga Pembina Pendamping (Bindamping).

Para santri berasal dari empat pondok pesantren, yakni Pondok Pesantren Jannatun Na’im, Pondok Pesantren As-Sahil, Pondok Pesantren Darul A’mal, dan Pondok Pesantren Al Furqon.

Sebelumnya, Zulkarnain menyambangi Kontingen Lampung di lokasi perkemahan sekaligus menyerahkan tali asih kepada peserta. Ia meminta para santri menjaga kesehatan, disiplin, dan kekompakan serta memanfaatkan PPSN sebagai ruang belajar dan memperluas persaudaraan.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan bertukar pengalaman. Bangun persaudaraan dengan teman-teman dari daerah lain. Hal-hal baik yang diperoleh selama kegiatan nanti dibawa pulang dan dikembangkan di pesantren masing-masing,” kata Zulkarnain.

Zulkarnain berharap pengalaman selama PPSN VI dapat membentuk santri Lampung yang semakin percaya diri, mandiri, terbuka terhadap pengetahuan, serta tetap memiliki akar keagamaan dan kebangsaan yang kuat.