Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Mengatasi Tantangan Literasi Matematika, Puji Raharjo Ajak Madrasah di Lampung Terapkan Metode Gasing

Selasa, 17 September 2024 Anggithya
Mengatasi Tantangan Literasi Matematika, Puji Raharjo Ajak Madrasah di Lampung Terapkan Metode Gasing
Anggithya
Anggithya

Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Puji Raharjo, mengajak madrasah-madrasah di Lampung untuk menerapkan metode “GAmpang, aSyIk, dan menyenaNGkan” (GASING) dalam pembelajaran matematika. Ajakan ini disampaikan dalam acara Bimbingan Teknis Madrasah Pandai Berhitung Menggunakan Metode Gasing yang diadakan pada Selasa (17/9) di Ballroom Hotel Nusantara Lampung.

Puji Raharjo menyatakan bahwa Indonesia, sebagai salah satu negara ASEAN, masih menghadapi keterbelakangan dalam literasi dan numerasi. Untuk menjawab tantangan ini, metode Gasing, yang diperkenalkan oleh Prof. Yohanes Surya pada tahun 1990, dianggap sebagai langkah inovatif dan efektif.

“Mengingat pentingnya literasi matematika, metode Gasing diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam pembelajaran di madrasah. Metode ini telah terbukti berhasil di berbagai daerah, termasuk Papua, dan memberikan dampak positif yang luar biasa,” ujar Puji Raharjo.

Ia menceritakan kisah sukses metode Gasing, yang dimulai pada tahun 2008 ketika Prof. Yohanes Surya menemukan siswa dengan kesulitan matematika di Tolikara, Papua. Setelah diberikan pelatihan intensif menggunakan metode Gasing, siswa tersebut berhasil menguasai materi SD dalam waktu enam bulan dan mencapai prestasi gemilang di olimpiade matematika, termasuk meraih 4 medali emas, 5 medali perak, dan 3 medali perunggu di Asian Science and Mathematics Olympias for Primary School (ASMOPS).

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa kemampuan anak-anak dari daerah terpencil seperti Papua tidak kalah dengan siswa di kota besar. Metode Gasing memungkinkan siswa memahami konsep matematika secara sederhana dan menyenangkan,” tambah Puji.

Puji menegaskan bahwa metode Gasing tidak hanya meningkatkan kemampuan matematika, tetapi juga membangun kepercayaan diri siswa. “Dengan pemahaman yang lebih baik, siswa akan lebih percaya diri menghadapi tantangan akademik lainnya,” katanya.

Metode Gasing telah terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, terutama dalam hal pemecahan masalah dan berpikir logis. “Ini adalah bagian dari upaya Gus Menteri Agama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. Dengan cara ini, siswa madrasah tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang aplikatif,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa implementasi metode Gasing memerlukan kolaborasi yang erat antara guru dan siswa. Guru diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang menarik sehingga siswa dapat belajar dengan lebih efektif.

Kanwil Kemenag Lampung berkomitmen untuk mendukung penerapan metode Gasing di madrasah-madrasah di wilayahnya. “Kami akan terus memantau dan memberikan dukungan agar metode ini dapat diterapkan secara luas. Dengan cara ini, kami berharap madrasah di Lampung dapat meningkatkan kualitas pendidikan matematika dan meraih prestasi di tingkat nasional,” ujar Puji Raharjo.

Puji Raharjo juga berharap bahwa metode Gasing akan memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran matematika dan berkompetisi dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional Tahun 2025.(Anggithya/R.Hasby)