Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama
Provinsi Lampung, Puji Raharjo, mengajak madrasah-madrasah di Lampung untuk
menerapkan metode “GAmpang, aSyIk, dan menyenaNGkan” (GASING) dalam
pembelajaran matematika. Ajakan ini disampaikan dalam acara Bimbingan Teknis
Madrasah Pandai Berhitung Menggunakan Metode Gasing yang diadakan pada Selasa
(17/9) di Ballroom Hotel Nusantara Lampung.
Puji Raharjo menyatakan bahwa Indonesia, sebagai salah satu negara
ASEAN, masih menghadapi keterbelakangan dalam literasi dan numerasi. Untuk
menjawab tantangan ini, metode Gasing, yang diperkenalkan oleh Prof. Yohanes
Surya pada tahun 1990, dianggap sebagai langkah inovatif dan efektif.
“Mengingat pentingnya literasi matematika, metode Gasing
diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam pembelajaran di madrasah.
Metode ini telah terbukti berhasil di berbagai daerah, termasuk Papua, dan
memberikan dampak positif yang luar biasa,” ujar Puji Raharjo.
Ia menceritakan kisah sukses metode Gasing, yang dimulai pada
tahun 2008 ketika Prof. Yohanes Surya menemukan siswa dengan kesulitan
matematika di Tolikara, Papua. Setelah diberikan pelatihan intensif menggunakan
metode Gasing, siswa tersebut berhasil menguasai materi SD dalam waktu enam
bulan dan mencapai prestasi gemilang di olimpiade matematika, termasuk meraih 4
medali emas, 5 medali perak, dan 3 medali perunggu di Asian Science and
Mathematics Olympias for Primary School (ASMOPS).
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa kemampuan anak-anak dari
daerah terpencil seperti Papua tidak kalah dengan siswa di kota besar. Metode
Gasing memungkinkan siswa memahami konsep matematika secara sederhana dan
menyenangkan,” tambah Puji.
Puji menegaskan bahwa metode Gasing tidak hanya meningkatkan
kemampuan matematika, tetapi juga membangun kepercayaan diri siswa. “Dengan
pemahaman yang lebih baik, siswa akan lebih percaya diri menghadapi tantangan
akademik lainnya,” katanya.
Metode Gasing telah terbukti efektif dalam meningkatkan hasil
belajar siswa, terutama dalam hal pemecahan masalah dan berpikir logis. “Ini
adalah bagian dari upaya Gus Menteri Agama untuk meningkatkan kualitas
pendidikan di madrasah. Dengan cara ini, siswa madrasah tidak hanya memahami
teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang aplikatif,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa implementasi metode Gasing memerlukan
kolaborasi yang erat antara guru dan siswa. Guru diharapkan menciptakan
lingkungan belajar yang menarik sehingga siswa dapat belajar dengan lebih
efektif.
Kanwil Kemenag Lampung berkomitmen untuk mendukung penerapan
metode Gasing di madrasah-madrasah di wilayahnya. “Kami akan terus memantau dan
memberikan dukungan agar metode ini dapat diterapkan secara luas. Dengan cara
ini, kami berharap madrasah di Lampung dapat meningkatkan kualitas pendidikan
matematika dan meraih prestasi di tingkat nasional,” ujar Puji Raharjo.
Puji Raharjo juga berharap bahwa metode Gasing akan memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran matematika dan berkompetisi dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional Tahun 2025.(Anggithya/R.Hasby)