Sehubungan dengan diselenggarakan kegiatan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasioanal (FLS3N) jenjang Sekolah Dasar (SD) kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus, SPLP kecamatan gunung Alip mengundang 2 Guru MTsN 2 Tanggamus untuk menjadi juri cabang lomba menulis cerita pada hari ini Selasa (29/4), pada pukul 08.00 sampai dengan selesai.
2 guru bidang study Bahasa Indonesia yang menjadi juri di ajang FLS3N pada cabang lomba menulis cerita adalah Hernawati, S.Pd dan Sidi Hermanto M.Pd, kegiatan ini diselenggarakan di gedung PGRI kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus.
Hernawati, S.Pd menyampaikan kepada tim humas
“Alhamdulillah hari ini saya dan pak Sidi dipilih menjadi juri dalam ajang FLS3N cabang lomba menulis cerita.” ucap Hernawati
“Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional atau yang dikenal sebagai FLS3N memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi, mengembangkan, dan menyalurkan bakat seni yang mereka miliki. Ajang ini menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya, membangun karakter generasi muda yang kreatif, berprestasi, dan berdaya saing.” paparnya
“Saya ucapakan terima kasih kepada SPLP kecamatan gunung Alip Kabupaten Tanggamus telah memilihi saya dan pak Sidi sebagai juri dalam ajang FLS3N ini, hal ini merupakan suatu kehormataan buat kami. Kami berharap bahwa acara ini dapat menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka dalam bidang seni dan sastra.” tutupnya
Nurzaman, S.Ag, M.Pd.I mengatakan
“Alhamdulillah dua guru bidang study Bahasa Indonesia MTsN 2 Tanggamus terpilih menjadi juri dalam ajang FLS3N.” kata Nurzaman
“Saya ucapakan selamat kepada bu Hernawati dan Pak Sidi, saya selaku kepala madrasah sangat bangga dengan prestasi guru kami yang terpilih menjadi juri dalam FLS3N. Ini merupakan bukti bahwa guru-guru kami memiliki kompetensi dan pengalaman yang memadai dalam bidang seni dan sastra. Kami berharap bahwa pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi guru-guru lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi mereka.” harap Nurzaman (Idef/Mela Basyar)