Way Kanan, MAN 1 (Humas). Dalam rangka menumbuhkan budaya literasi dan meningkatkan minat baca peserta didik, MAN 1 Way Kanan melaksanakan kegiatan pembiasaan membaca pagi sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) pada Selasa, 11 November 2025. Kegiatan ini berlangsung selama 15 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai, di mana seluruh siswa diarahkan untuk membaca buku nonteks pelajaran seperti karya sastra, artikel ilmiah populer, maupun bacaan motivasi. Program ini merupakan bagian dari upaya madrasah dalam mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sebagaimana dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama.
Kegiatan membaca pagi memiliki manfaat yang signifikan terhadap peningkatan fungsi kognitif dan afektif peserta didik. Penelitian dalam bidang psikologi pendidikan menunjukkan bahwa aktivitas membaca di pagi hari dapat mengoptimalkan konsentrasi, memperkaya kosa kata, serta menstimulasi kemampuan berpikir kritis. Dengan penerapan rutin di MAN 1 Way Kanan, diharapkan siswa tidak hanya membaca sebagai kewajiban, tetapi menjadikannya sebagai kebiasaan yang menyenangkan dan bernilai edukatif. Pembiasaan ini juga mendorong terbentuknya suasana belajar yang tenang, fokus, dan produktif sejak awal hari.
Kepala MAN 1 Way Kanan, Ahmad Zazili, menyampaikan bahwa program membaca pagi merupakan langkah strategis dalam pembinaan karakter akademik siswa madrasah. Menurutnya, literasi bukan sekadar kemampuan memahami teks, tetapi juga sarana membentuk pola pikir ilmiah dan kepribadian religius yang seimbang. Guru-guru turut berperan sebagai pendamping dalam kegiatan ini dengan memberikan arahan, merekomendasikan bahan bacaan yang sesuai, serta menumbuhkan semangat membaca melalui diskusi ringan setelah kegiatan berakhir. Pendekatan ini memperkuat hubungan antara guru dan siswa dalam konteks pembelajaran yang inspiratif dan partisipatif.
Melalui pembiasaan membaca pagi, MAN 1 Way Kanan menunjukkan komitmennya untuk mencetak generasi madrasah yang literat, berpengetahuan luas, dan berkarakter unggul. Kegiatan sederhana ini mencerminkan implementasi nyata dari visi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman. Dengan dimulainya hari belajar melalui kegiatan literasi, madrasah berharap dapat menumbuhkan kebiasaan positif yang berkelanjutan, di mana setiap siswa terbiasa berpikir kritis, beretika, dan mencintai ilmu sejak langkah pertama mereka memasuki ruang belajar. (Joe)
Editor: Fadilah