Lampung (Humas) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Puji Raharjo, menghadiri Perayaan Natal Oikoumene Tahun 2024 yang diselenggarakan pada Jumat (10/1) di Gedung Grahita Parahita Marcopolo, Bandar Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, Puji Raharjo mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan perayaan ini sebagai momentum memperkuat persaudaraan, harmoni, dan toleransi antarumat beragama. “Dengan tema Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem, Perayaan Natal Oikoumene Tahun 2024 mengajarkan kita untuk meneladani sikap rendah hati, penuh kasih, dan kedamaian seperti yang diajarkan oleh Yesus Kristus. Tema ini mengingatkan kita akan pentingnya perjalanan menuju perdamaian, persatuan, dan pengharapan, tidak hanya bagi umat Kristiani, tetapi juga bagi seluruh masyarakat,” ujar Puji Raharjo.
Ia menegaskan bahwa keberagaman di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung, adalah anugerah yang harus dijaga dengan baik. “Saya mengajak seluruh umat beragama di Provinsi Lampung untuk memperkuat semangat kebersamaan, mempererat persaudaraan, dan saling menghormati di tengah perbedaan,” tambahnya.
Puji juga menekankan bahwa Kementerian Agama mendukung penuh pelaksanaan Perayaan Natal Oikoumene ini sebagai wujud komitmen menjaga kerukunan umat beragama. “Semoga perayaan ini membawa kedamaian, sukacita, dan berkat bagi kita semua,” pungkasnya.
Perayaan ini dibuka secara resmi oleh Asisten III Bidang Hukum Pemprov Lampung, Ganjar, yang mewakili Penjabat Gubernur Lampung, Samsudin. Dalam sambutannya, Ganjar menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Natal Oikoumene yang dinilai mampu memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
“Tema Natal Oikoumene tahun ini, yang diambil dari Injil Lukas 2:15, mengajak kita untuk merenungkan makna perjalanan ke Betlehem sebagai simbol perjumpaan dengan Kasih Tuhan. Betlehem bukan hanya tempat fisik, tetapi simbol panggilan spiritual untuk mendekatkan diri kepada-Nya, menjalin persaudaraan, dan mewujudkan kasih kepada sesama,” ujar Ganjar.
Ia juga menyoroti keragaman Lampung sebagai salah satu kekayaan daerah. “Provinsi Lampung adalah rumah bagi keragaman budaya, suku, dan agama. Terdapat 33 etnis di wilayah ini, dan kita bersyukur semua itu dapat hidup berdampingan dengan rukun, damai, dan penuh toleransi,” katanya.
Ganjar menambahkan bahwa momentum perayaan Natal Oikoumene ini adalah waktu yang tepat untuk merawat persatuan, solidaritas sosial, dan kebersamaan di tengah keberagaman. Ia juga mengajak umat Kristiani untuk menjadi teladan dalam menciptakan kedamaian di masyarakat.
Ganjar menyampaikan apresiasinya kepada seluruh komponen masyarakat yang telah menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian selama perayaan Natal. “Acara ini merupakan bukti konkret bahwa umat Kristiani dan Katolik di Lampung menunjukkan nilai persatuan dan kesatuan,” ungkapnya.
Ia juga berharap umat Kristiani terus menjadi terang dan garam bagi masyarakat. “Wujudkan kasih Kristus melalui pelayanan, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata untuk pembangunan Lampung yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan,” tuturnya.(Anggithya/Baihaqi/Aditya)