Lampung Barat, MTsN 1 (Humas) - - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lampung Barat menerima kunjungan tim dari Puskesmas Liwa dalam rangka pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan pada peserta didik.
Pelaksanaan CKG menyasar sebanyak 236 peserta didik kelas VII MTsN 1 Lampung Barat. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 10.50 WIB setelah peserta didik mengikuti agenda rutin madrasah berupa senam kebugaran jasmani dan literasi Sabtu pagi.
Kedatangan tim Puskesmas Liwa disambut langsung oleh Kepala MTsN 1 Lampung Barat Desi Arisandi, bersama jajaran madrasah. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk sinergi antara satuan pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan perhatian terhadap kesehatan peserta didik.
Sebelum pemeriksaan kesehatan dimulai, peserta didik terlebih dahulu mengikuti senam kebugaran jasmani. Kegiatan tersebut merupakan salah satu pembiasaan rutin yang dilaksanakan madrasah untuk mendorong peserta didik agar menerapkan pola hidup sehat dan aktif.
Selain senam, peserta didik juga mengikuti kegiatan literasi yang menjadi agenda rutin setiap Sabtu pagi. Dengan demikian, rangkaian kegiatan Sabtu pagi di MTsN 1 Lampung Barat tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kebugaran jasmani, tetapi juga mendukung pengembangan budaya membaca dan pembiasaan positif peserta didik.
Usai kedua kegiatan tersebut, peserta didik diarahkan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim Puskesmas Liwa. Pemeriksaan dilaksanakan secara bertahap agar seluruh peserta didik yang menjadi sasaran dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan tertib.
Penanggung jawab kegiatan CKG, dr. Merisa Handayani, menjelaskan bahwa CKG merupakan program pemeriksaan kesehatan gratis yang bertujuan membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan secara lebih dini.
“CKG adalah pemeriksaan kesehatan gratis. Program ini dilakukan dalam kurun waktu satu tahun satu kali,” jelas dr. Merisa Handayani.
Menurut dr. Merisa, pemeriksaan kesehatan secara berkala memiliki manfaat penting karena dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang sebelum muncul gangguan yang lebih serius.
“Manfaat CKG yakni untuk mendeteksi penyakit secara dini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar untuk menentukan apakah seseorang memerlukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut. Karena itu, pemeriksaan kesehatan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi bagian dari upaya preventif.
Dr. Merisa juga menyampaikan bahwa sasaran program CKG pada dasarnya mencakup peserta didik maupun masyarakat secara luas. Khusus di lingkungan satuan pendidikan, pemeriksaan kesehatan menjadi penting karena peserta didik berada pada masa pertumbuhan dan membutuhkan kondisi kesehatan yang mendukung proses belajar.
“Sasaran CKG ini ialah seluruh peserta didik dan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, lingkungan pendidikan merupakan salah satu tempat strategis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan karena kondisi kesehatan peserta didik dapat berkaitan dengan aktivitas belajar dan perkembangan mereka.
“CKG ini kami lakukan sebagai program tahunan, terutama di tingkat satuan pendidikan,” kata dr. Merisa.
Ia menambahkan, melalui pemeriksaan tersebut, berbagai kondisi yang sebelumnya mungkin belum diketahui dapat ditemukan lebih awal. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain kondisi gizi serta gangguan pada fungsi penglihatan dan pendengaran.
“Seperti ada kekurangan gizi, ada tadi gangguan penglihatan, gangguan telinga, itu segera diperiksa lebih lanjut agar lebih maksimal lagi dalam belajar,” jelasnya.
Pemeriksaan secara dini terhadap kondisi tersebut dinilai penting agar peserta didik yang membutuhkan perhatian kesehatan dapat memperoleh tindak lanjut sesuai dengan kondisi yang ditemukan.
Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak awal, pihak terkait dapat melakukan langkah lanjutan secara lebih tepat. Hal tersebut juga diharapkan dapat membantu peserta didik mengikuti proses pembelajaran dengan kondisi yang lebih optimal.
Dalam pelaksanaan CKG di MTsN 1 Lampung Barat, tim Puskesmas Liwa melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah aspek kesehatan peserta didik. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperoleh gambaran kondisi kesehatan secara lebih menyeluruh.
“Kami beserta rombongan mengecek secara utuh, baik dari tinggi badan, cek darah, bahkan kebugaran jasmani dan juga konsul dokter,” tutur dr. Merisa.
Pemeriksaan tinggi badan menjadi salah satu bagian yang dilakukan untuk melihat kondisi pertumbuhan peserta didik. Sementara itu, pemeriksaan lainnya diarahkan untuk mengetahui aspek kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Selain pemeriksaan fisik, peserta didik juga mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi dengan dokter. Konsultasi tersebut menjadi bagian penting agar peserta didik dapat memperoleh penjelasan terkait kondisi kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Pelaksanaan CKG mendapat sambutan positif dari pihak MTsN 1 Lampung Barat. Kepala MTsN 1 Lampung Barat, Desi Arisandi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tim Puskesmas Liwa.
Desi mengatakan, madrasah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut karena kesehatan peserta didik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan proses pendidikan.
“Kami memberikan waktu seluas-luasnya bagi seluruh rombongan dari Puskesmas guna mendukung kesehatan dan mencegah penyakit dari anak-anak Indonesia, terkhusus siswa-siswi MTsN 1 Lampung Barat,” ujar Desi.
Menurut Desi, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis memberikan manfaat bagi peserta didik karena mereka dapat mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Hasil pemeriksaan juga dapat menjadi perhatian bagi peserta didik maupun pihak madrasah apabila terdapat kondisi yang memerlukan tindak lanjut.
Ia menilai bahwa peserta didik tidak hanya membutuhkan dukungan dalam aspek akademik, tetapi juga harus memiliki kondisi fisik yang sehat untuk menunjang berbagai aktivitas pendidikan di madrasah.
“Kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang proses pendidikan. Karena itu, kami menyambut baik pelaksanaan CKG ini di MTsN 1 Lampung Barat,” kata Desi.
Desi berharap sinergi antara MTsN 1 Lampung Barat dan Puskesmas Liwa dapat terus terjalin, khususnya dalam mendukung upaya promotif dan preventif di lingkungan madrasah.
Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan komitmen madrasah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan kebugaran peserta didik.
Selama pelaksanaan kegiatan, sebanyak 236 peserta didik kelas VII menjadi sasaran CKG. Para peserta didik mengikuti rangkaian pemeriksaan secara bergiliran sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan terarah.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam 20 menit tersebut berakhir pada pukul 10.50 WIB. Seluruh rangkaian pemeriksaan menjadi bagian dari pelayanan kesehatan preventif bagi peserta didik di lingkungan MTsN 1 Lampung Barat.
Melalui kegiatan CKG ini, pihak Puskesmas Liwa dan MTsN 1 Lampung Barat berharap berbagai potensi gangguan kesehatan pada peserta didik dapat diketahui lebih awal sehingga dapat segera memperoleh perhatian dan tindak lanjut apabila diperlukan.
Pelaksanaan CKG juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Kebiasaan hidup sehat diharapkan dapat diterapkan tidak hanya ketika berada di madrasah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Sinergi antara MTsN 1 Lampung Barat dan Puskesmas Liwa tersebut diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan generasi muda yang sehat, bugar, dan mampu mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
Dengan terlaksananya pemeriksaan kesehatan gratis bagi 236 peserta didik kelas VII, MTsN 1 Lampung Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh. Pendidikan dan kesehatan menjadi dua aspek yang saling mendukung dalam membentuk generasi yang berkualitas, berprestasi, serta memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.(Betrik).