Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

MTsN 1 Tanggamus Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Tanamkan Semangat Menjaga Ideologi Bangsa

Kamis, 01 Oktober 2026 • MTsN 1 Tanggamus •Editor: Okta
MTsN 1 Tanggamus Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Tanamkan Semangat Menjaga Ideologi Bangsa
MTsN 1 Tanggamus
MTsN 1 Tanggamus
Foto: Masda Susila

Tanggamus, MTsN 1 (Humas) – Semangat mengenang sejarah perjuangan bangsa dan memperkokoh nilai-nilai Pancasila mewarnai pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di MTs Negeri 1 Tanggamus, Kamis (1/10/2026). Kegiatan berlangsung di halaman utama madrasah dan diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik.

Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Bertindak sebagai petugas upacara adalah Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 1 Tanggamus yang melaksanakan setiap rangkaian upacara dengan penuh tanggung jawab.

Waka Kurikulum MTsN 1 Tanggamus, Komalasari, S.Pd., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh peserta upacara untuk memaknai Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk mengingat kembali pentingnya menjaga ideologi bangsa.

“Tepat 1 Oktober ini, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini mengingatkan kita bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa perlu kita rawat dan jaga bersama demi terwujudnya cita-cita bersama,” ujar Komalasari.

Menurutnya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan bangsa Indonesia, khususnya situasi yang penuh gejolak pada 1965. Kemerdekaan yang diproklamasikan pada 1945 bukanlah akhir dari perjuangan bangsa, karena setelahnya Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dan peristiwa sejarah yang kelam.

Komalasari menyampaikan bahwa salah satu peristiwa yang perlu dipahami dalam konteks sejarah tersebut adalah Gerakan 30 September (G30S). Ia mengajak peserta didik untuk tidak hanya mengetahui peristiwa sejarah dari satu sudut pandang, tetapi juga terus menggali pengetahuan melalui berbagai sumber bacaan yang dapat memperkaya pemahaman terhadap perjalanan bangsa.

“Dengan melimpahnya alternatif bacaan dan informasi saat ini, mari kita bersama-sama menggali pengetahuan tentang sejarah bangsa kita sendiri. Sejarah akan selalu menjadi pedang sekaligus perisai yang melindungi kita dari berbagai ancaman kejatuhan dan hal-hal kelam yang berulang,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa memahami sejarah bukan sekadar menghafal tanggal dan nama tokoh, melainkan mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi. Pengetahuan sejarah diharapkan dapat membentuk generasi yang memiliki kesadaran kebangsaan, mampu berpikir kritis, serta tidak mudah melupakan perjalanan bangsa.

Ia juga mengajak para peserta didik untuk menjadikan pengalaman sejarah bangsa sebagai pondasi dalam membangun persatuan. Menurutnya, luka dan trauma sejarah tidak selalu dapat terhapus dalam waktu singkat, tetapi dapat dirawat menjadi pembelajaran agar generasi penerus tetap tegak, bersatu, dan mampu menghadapi berbagai tantangan.

“Di hadapan penguasa atau siapa pun pihak yang menindas, kita tidak boleh merasa kerdil. Kita bisa dan mampu untuk belajar, maka teruslah mencari tahu. Dengan pengetahuan, kita dapat memahami sejarah sekaligus menjaga agar peristiwa kelam tidak terulang kembali,” pesan Komalasari.

Di akhir amanatnya, Komalasari mengajak seluruh keluarga besar MTsN 1 Tanggamus untuk memaknai Hari Kesaktian Pancasila dengan semangat persatuan dan kecintaan terhadap bangsa. Pancasila, katanya, telah menjadi dasar negara sekaligus ideologi bangsa yang menjadi landasan dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia.

Pelaksanaan upacara Hari Kesaktian Pancasila di MTsN 1 Tanggamus diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum pendidikan karakter bagi peserta didik. Melalui pemahaman sejarah dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, generasi muda diharapkan tumbuh sebagai generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, cinta tanah air, serta mampu menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. (Msd)