Mesuji, MTsN 1 (Humas) --- Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Mesuji menyampaikan apresiasi atas
prestasi salah satu pendidiknya. Naskah cerita anak dwibahasa berjudul “Mencari
Kriuk!” karya Suroso, Guru Bahasa Indonesia sekaligus Waka Kurikulum MTs Negeri
1 Mesuji dinyatakan lolos seleksi Sayembara Penulisan Cerita Anak Dwibahasa
Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Lampung, Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pengumuman hasil seleksi administrasi dan substansi telah dirilis Balai Bahasa Provinsi Lampung melalui kanal resminya. Naskah “Mencari Kriuk!” terpilih sebagai salah satu karya terbaik dari 29 naskah terpilih lainnya. Sebelumnya, masa penerimaan naskah dilaksanakan sejak 22 April s.d. 31 Mei 2026. Sayembara penulisan ini digelar sejalan dengan tugas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa dan sastra, penyediaan bahan bacaan dwibahasa menjadi langkah strategis untuk memperkuat fungsi bahasa Indonesia sekaligus menjaga keberlangsungan bahasa daerah.
Para peserta sayembara diwajibkan menulis cerita anak bertema science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Sasaran naskah ditujukan bagi pembaca awal jenjang B3, yaitu usia 8—10 tahun setara dengan siswa kelas 3—5 sekolah dasar. Tujuan utamanya adalah menyediakan bahan bacaan literasi yang menarik bagi anak usia sekolah dasar, sekaligus memperkuat penggunaan bahasa ibu di ruang publik.
Kepala MTsN 1 Mesuji, Ali Yusup, dalam keterangannya menyampaikan, “Kami bangga dan mengapresiasi capaian Guru Bahasa Indonesia kami. Lolosnya naskah ini menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pengembangan literasi dan pelestarian bahasa daerah. Kami berharap karya ini menjadi motivasi bagi peserta didik untuk mencintai membaca dan menulis sejak dini.”
Di tempat terpisah, saat dimintai keterangan, Suroso menjelaskan bahwa naskah “Mencari Kriuk!” mengangkat tema pangan khas Lampung, yaitu kemplang. Penulis memadukan unsur budaya Lampung dengan pesan moral yang relevan bagi anak-anak. Sebagai tindak lanjut, naskah yang lolos akan memasuki tahap penyuntingan bahasa, proses ilustrasi, dan penerbitan oleh Balai Bahasa Provinsi Lampung. Tahap akhirnya, Buku cerita dwibahasa hasil sayembara ini akan didistribusikan ke SD/Sederajat di Provinsi Lampung pada tahun 2026 ini. (Suroso)