Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Nauval, Kepala MAN 2 Bandar Lampung: Mewujudkan Madrasah Ramah Anak adalah Tanggung Jawab Moral

Rabu, 19 November 2025 MAN 2 Bandar Lampung
Nauval, Kepala MAN 2 Bandar Lampung: Mewujudkan Madrasah Ramah Anak adalah Tanggung Jawab Moral
MAN 2 Bandar Lampung
MAN 2 Bandar Lampung

Bandar Lampung, MAN 2 (Humas) – Kementerian Agama Kota Bandar Lampung menjalin kerja sama strategis dengan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) untuk memperkuat komitmen madrasah sebagai lembaga pendidikan yang ramah anak. Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang melibatkan 130 kepala madrasah se-Bandar Lampung.

Acara penandatanganan naskah MoU tersebut digelar di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bandar Lampung pada Selasa (19/11/2025).

Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung, Makmur, yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini adalah bagian dari komitmen nyata lembaga dalam melindungi generasi muda di lingkungan pendidikan.

“Ini adalah upaya strategis kami dalam memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di sekolah. Madrasah harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif bagi seluruh peserta didik,” ujar Makmur.


Lebih lanjut, kegiatan penandatanganan MoU ini juga diisi dengan sesi sosialisasi komprehensif mengenai regulasi perlindungan anak. Selain itu, dipaparkan pula rencana implementasi program bersama yang akan segera dijalankan oleh madrasah dan Komnas PA.

Kepala MAN 2 Bandar Lampung, Nauval, menyambut baik kepercayaan untuk menjadi tuan rumah dan menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting bagi dunia pendidikan.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan Kemenag dan Komnas PA. Bagi kami, terwujudnya madrasah ramah anak bukan sekadar jargon, melainkan tanggung jawab moral yang harus diimplementasikan secara nyata,” tegas Nauval.

Nauval menambahkan, dengan terselenggaranya kegiatan ini, ia berharap madrasah di Bandar Lampung dapat menjadi pelopor lingkungan pendidikan yang mampu memberikan perlindungan optimal dan memastikan setiap anak dapat belajar dan berkembang tanpa rasa takut atau ancaman.

“Diharapkan semua madrasah yang terlibat dapat menindaklanjuti kesepakatan ini, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif dan benar-benar melindungi hak-hak anak,” pungkasnya. (Humas)