Lampung (Humas) --- Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Barat menggelar Lomba Mewarnai Tingkat Raudhatul Athfal (RA) dan Siswa Inklusi MI/Sederajat yang mengusung tema Ekoteologi sebagai upaya mendorong pengembangan kreativitas, karakter, dan semangat kebersamaan anak sejak usia dini, Selasa (9/6/2026) di aula Kemenag setempat.
Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Chismah Fikri Yulian, yang hadir mewakili Ketua DWP Kanwil Kemenag Lampung, Siti Aisyah Zulkarnain, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba mewarnai tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media pembelajaran yang efektif untuk membangun karakter anak.
“Melalui lomba mewarnai ini, anak-anak belajar menuangkan imajinasi dan kreativitasnya dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan karakter positif, melatih fokus, ketelitian, kesabaran, serta mengembangkan rasa percaya diri sejak dini,” ujar Chismah.
Ia menilai pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak usia dini melalui berbagai aktivitas yang edukatif dan menyenangkan. Karena itu, kegiatan yang melibatkan anak-anak perlu terus didorong sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang kreatif, cerdas, dan berakhlak mulia.
Chismah juga memberikan apresiasi kepada peserta didik inklusi yang turut berpartisipasi dalam perlombaan tersebut. Menurut dia, keikutsertaan mereka mencerminkan semangat inklusivitas dalam dunia pendidikan yang memberikan kesempatan setara bagi setiap anak untuk berkembang dan menunjukkan kemampuannya.
“Anak-anak memiliki potensi yang luar biasa. Melalui kegiatan ini, mereka belajar tentang kebersamaan, saling menghargai, serta memahami bahwa setiap individu memiliki kelebihan dan keunikan masing-masing,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan karena tidak hanya menjadi wadah pengembangan bakat dan kreativitas, tetapi juga mempererat hubungan antara peserta didik, guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Sementara itu, Ketua Panitia, Nuning Herwiyati, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 107 peserta yang terdiri atas 92 peserta tingkat RA dan 15 peserta siswa inklusi MI/sederajat.
Menurut Nuning, tema Ekoteologi dipilih untuk menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini melalui pendekatan pendidikan yang menyenangkan. Selain mengembangkan kreativitas dan bakat seni anak, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan sikap peduli lingkungan, memperkuat nilai inklusivitas, serta membangun kebersamaan di kalangan peserta didik.
“Melalui kegiatan ini kami berharap anak-anak tidak hanya mengembangkan kemampuan seni, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari nilai-nilai keagamaan dan kehidupan sehari-hari,” ujar Nuning.
Dalam perlombaan tersebut, panitia menyediakan tiga kategori penilaian, yakni Lomba Mewarnai Tingkat RA Putra, Lomba Mewarnai Tingkat RA Putri, dan Lomba Mewarnai Siswa Inklusi MI/Sederajat. Masing-masing kategori memperebutkan Juara I, II, III serta Harapan I, II, dan III. (Humas)