Lampung (Humas) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung melalui Bidang Pendidikan Islam (Pendis) menggelar kegiatan Finalisasi Penyusunan Pagu Alokasi Anggaran Program Pendis Tahun 2026 bagi satuan kerja di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 11–14 Oktober 2025 ini, menjadi langkah strategis untuk memastikan penggunaan anggaran pendidikan Islam tahun mendatang berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Lampung Marwansyah dalam sambutannya menekankan pentingnya perencanaan anggaran yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berdampak nyata bagi kemajuan madrasah, pesantren, dan lembaga keagamaan di Lampung.
“Finalisasi pagu anggaran ini bukan sekadar proses administratif, tetapi bagian dari upaya kita memastikan program pendidikan Islam di Lampung memberikan manfaat yang konkret bagi madrasah dan pesantren,” ujar Marwansyah.
Ia menegaskan bahwa perencanaan dan pengelolaan anggaran harus dilandasi prinsip akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas. Menurutnya, setiap rupiah dalam anggaran bukan sekadar angka, tetapi bentuk komitmen moral dalam mewujudkan pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing.
“Pendis merupakan ujung tombak pembinaan generasi bangsa yang berakhlak dan berilmu. Karena itu, setiap rupiah harus dapat kita pertanggungjawabkan, baik secara administratif maupun moral,” tegasnya.
Marwansyah juga mendorong penguatan sinergi antar-unit kerja dalam menjalankan program prioritas, terutama di bidang peningkatan mutu madrasah dan pesantren. Ia turut menyampaikan apresiasi atas suksesnya Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Lampung yang baru saja usai.
“Saya ucapkan selamat atas keberhasilan kegiatan OMI yang telah melahirkan siswa-siswa berprestasi. Mudah-mudahan ini menjadi pemicu bagi kita semua untuk lebih solid, bersinergi dengan para pengawas dalam membina dan mengasah bibit unggul,” katanya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya keseimbangan dalam alokasi anggaran antara peningkatan mutu pendidikan, pembinaan karakter, serta penguatan sarana dan prasarana.
“Kita ingin madrasah dan pesantren di Lampung tidak hanya maju dalam prestasi, tetapi juga kuat secara kelembagaan,” ujarnya.
Sebagai penutup, Marwansyah berpesan agar seluruh aparatur di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung terus menjaga integritas, soliditas, dan semangat kebersamaan dalam bekerja.
“Dengan tim yang kuat, tidak ada rintangan yang tidak bisa kita atasi. Jadikan setiap kegiatan sebagai ladang ibadah dan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam di Provinsi Lampung,” pungkasnya.
Sementara itu, Perencana Pendis Kanwil Kemenag Lampung, Nurul Fajri, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini didasarkan pada Surat Kepala Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor B-599/Set.I/HM.01/09/2025 tanggal 25 September 2025 tentang Finalisasi Pagu Alokasi Anggaran Ditjen Pendidikan Islam Tahun 2026.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun pagu alokasi anggaran tahun 2026 serta melakukan reviu kesesuaian anggaran dengan data dukung dan pokok-pokok program Kementerian Agama tahun 2026,” ujarnya.
Nurul menambahkan, kegiatan ini diikuti 60 peserta yang terdiri dari perencana, bendahara, dan operator satuan kerja Kementerian Agama kabupaten/kota, Madrasah Aliyah Negeri (MAN), dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) se-Provinsi Lampung. Rinciannya meliputi 1 satker Kanwil, 15 satker kabupaten/kota, 18 satker MAN, dan 28 satker MTsN.(Anggithya/Aditya)