Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Pantau OMI Pesawaran, Kabag TU Kemenag Lampung Dorong Lahirkan Talenta Madrasah

Selasa, 08 September 2026 Anggithya Editor: Anggithya
Pantau OMI Pesawaran, Kabag TU Kemenag Lampung Dorong Lahirkan Talenta Madrasah
Anggithya
Anggithya
Foto: Aziz

Lampung (Humas) --- Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Yan Maradonna memantau pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Pesawaran, Selasa (8/9/2026) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pesawaran.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kompetisi berjalan tertib sekaligus memberikan motivasi kepada peserta yang mengikuti rangkaian OMI.

Dalam kunjungannya, Kabag TU meninjau sejumlah titik pelaksanaan lomba dan berinteraksi dengan peserta serta panitia. Ia juga memberikan dorongan agar para peserta mengikuti kompetisi dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi nilai kejujuran.

Menurutnya, OMI tidak semata-mata menjadi ajang untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kompetisi tersebut merupakan bagian dari upaya madrasah dalam menemukan dan mengembangkan potensi peserta didik.

“OMI ini bukan hanya tentang menang atau kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman, mengembangkan kemampuan, dan menunjukkan potensi terbaiknya,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan OMI dapat menjadi ruang bagi peserta didik madrasah untuk mengasah kemampuan akademik maupun keterampilan lainnya. Dari proses tersebut, diharapkan muncul talenta-talenta madrasah yang mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.

“Anak-anak yang mengikuti OMI hari ini adalah bagian dari talenta madrasah yang harus terus kita dorong dan kembangkan. Karena itu, berkompetisilah dengan baik, percaya diri, dan tetap menjaga sportivitas,” katanya.

Selain peserta, ia juga mengapresiasi para guru dan panitia yang telah mendukung pelaksanaan OMI di Kabupaten Pesawaran. Peran guru dinilai penting dalam mendampingi peserta sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakat.

Pelaksanaan OMI tingkat kabupaten/kota menjadi tahapan penting sebelum peserta terbaik melanjutkan kompetisi ke tingkat berikutnya. Karena itu, proses seleksi dan pelaksanaan kompetisi diharapkan berlangsung secara objektif, transparan, dan berintegritas.

Lebih lanjut Yanmar, sapaan akrabnya, menambahkan prestasi peserta didik tidak lahir secara instan. Dibutuhkan pembinaan yang berkelanjutan, dukungan satuan pendidikan, serta lingkungan belajar yang mampu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang.

“Talenta itu harus ditemukan, kemudian dibina dan diberikan ruang untuk berkembang. OMI menjadi salah satu momentum untuk melihat potensi-potensi tersebut,” ujarnya.

Ia berharap semangat berkompetisi dalam OMI tidak berhenti setelah perlombaan selesai. Peserta yang belum berhasil meraih juara diharapkan tetap menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses belajar dan terus meningkatkan kemampuan.

Sementara bagi peserta yang berhasil meraih prestasi, ia berpesan agar tidak cepat berpuas diri dan terus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.

Dengan pelaksanaan OMI yang kompetitif dan berintegritas, madrasah diharapkan semakin mampu melahirkan generasi berprestasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, sportivitas, dan kepercayaan diri. (Humas)