Way Kanan, MAN 1 (Humas) --- Apel pagi dan pembacaan Asmaul Husna dilaksanakan di MAN 1 Way Kanan pada Selasa, 13 Januari 2026, sebagai bagian dari program pembinaan karakter peserta didik yang terintegrasi dengan nilai religius dan kedisiplinan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan dan berlangsung di halaman madrasah sebelum proses pembelajaran dimulai. Menurut Kepala MAN 1 Way Kanan, Ahmad Zazili, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi visi madrasah dalam membangun budaya sekolah yang berkarakter. Ia menyatakan bahwa apel pagi dan pembacaan Asmaul Husna menjadi sarana strategis untuk menanamkan nilai disiplin, kebersamaan, dan spiritualitas sejak awal aktivitas belajar.
Dari sudut pandang ilmiah pendidikan, apel pagi berperan penting dalam pembentukan sikap tanggung jawab dan keteraturan peserta didik. Melalui apel pagi, siswa dilatih untuk menghargai waktu, menaati aturan, serta membangun kesadaran kolektif sebagai bagian dari komunitas pendidikan. Ahmad Zazili menegaskan bahwa pembiasaan tersebut tidak hanya berdampak pada kedisiplinan jangka pendek, tetapi juga membentuk karakter siswa secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan teori pendidikan karakter yang menekankan pembiasaan sebagai pendekatan efektif dalam membangun perilaku positif.
Selain itu, pembacaan Asmaul Husna memiliki nilai signifikan dalam penguatan aspek spiritual dan psikologis siswa. Secara ilmiah, aktivitas spiritual yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan ketenangan batin, fokus belajar, serta kesiapan mental peserta didik. Kepala madrasah menuturkan bahwa pembacaan Asmaul Husna diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran religius dan membentuk kepribadian siswa yang berakhlak mulia. Pendekatan ini mendukung konsep pendidikan holistik yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan spiritual.
Dengan demikian, pelaksanaan apel pagi dan pembacaan Asmaul Husna di MAN 1 Way Kanan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki dasar pedagogis dan psikologis yang kuat. Kegiatan ini menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang disiplin, religius, dan kondusif. Ahmad Zazili berharap, melalui konsistensi pelaksanaan program ini, madrasah mampu menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki integritas moral dan spiritual yang kokoh. (Humas)
Penulis : Joe
Editor : Anggithya