Way Kanan, MAN 1 (Humas). Pada Kamis, 7 Mei 2026, MAN 1 Way Kanan kembali melaksanakan kegiatan pembiasaan pembacaan Asmaul Husna sebagai bagian dari program penguatan karakter religius peserta didik. Kegiatan ini berlangsung di halaman madrasah sebelum proses belajar mengajar dimulai dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Pembacaan Asmaul Husna dipimpin oleh perwakilan siswa secara bergantian guna menanamkan nilai spiritual, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Program pembiasaan tersebut menjadi salah satu upaya madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang religius dan berakhlak mulia. Selain membaca Asmaul Husna bersama, kegiatan juga disertai doa pagi dan tausiyah singkat yang berisi motivasi belajar serta penguatan akhlak. Para siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat. Guru-guru pun memberikan pendampingan agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter peserta didik.
Kepala MAN 1 Way Kanan, Ahmad Zazili, menyampaikan bahwa pembiasaan Asmaul Husna merupakan bagian penting dalam membentuk kepribadian siswa yang religius dan berintegritas. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi juga sarana menanamkan kecintaan kepada Allah SWT serta membangun karakter positif di lingkungan madrasah. Ia berharap seluruh siswa dapat mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Lebih lanjut, Ahmad Zazili menegaskan bahwa madrasah akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan karakter berbasis keagamaan sebagai bentuk implementasi pendidikan holistik. Dengan adanya pembiasaan seperti pembacaan Asmaul Husna, pihak madrasah optimistis dapat menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, disiplin, dan berjiwa religius. Program ini pun mendapat dukungan positif dari para guru dan wali murid karena dinilai mampu membangun suasana belajar yang lebih kondusif dan bernilai spiritual. (Joniska)