Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Pembina Upacara Ajak Siswa MTsN 2 Tanggamus Untuk Tidak Melupakan Sejarah G30S PKI

Senin, 30 September 2024 MTsN 2 Tanggamus
Pembina Upacara Ajak Siswa MTsN 2 Tanggamus Untuk Tidak Melupakan Sejarah G30S PKI
MTsN 2 Tanggamus
MTsN 2 Tanggamus

Tanggamus, MTsN 2 (Humas)-Di Akhir bulan September Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tanggamus Kembali melaksanakan upacara bendera, Senin (30/09) di halaman madrasah yang diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru dan seluruh staf TU MTsN 2 Tanggamus.

Berbicara tanggal 30 September kita tentu tahu pertistiwa yang terjadi, yaitu peristiwa G-30-S/PKI, yang merupakan suatu hal yang tidak asing lagi ditelinga para pelajar dan berbagai pihak lainnya. Sebab, peristiwa tersebut banyak menewaskan jendral dari TNI Angkatan Darat. Pada peristiwa tersebut, ada 7 Jenderal yang disiksa dan dibunuh pada pemberontakan G-30-S/PKI yaitu 6 Perwira Tinggi dan seorang perwira pertama Angkatan Darat.

Pemberontakan G-30-S/PKI itu dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung. Para Jenderal Perwira AD yang sudah dibunuh oleh PKI dimasukkan ke dalam satu sumur tua yang berada di Lubang Buaya.

Selaras dengan hal tersebut, Agusrijaya, S.Ag yang bertindak selaku pembina upacara, mengajak seluruh peserta upacara untuk tidak melupakan sejarah.

Dalam amanatnya, Agusrijaya Kembali mengingatkan peristiwa bersejarah yang tidak boleh dilupakan oleh seluruh warga negara Indonesia yaitu peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tanggal 30 September 1965. Ada 6 jenderal dan 1 perwira TNI AD yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. “Kita tidak boleh melupakan sejarah dari pemberontakan G30S PKI, kita sudah sepatutnya bersyukur karena pemberontakan itu dapat digagalkan, karena jika sampai PKI berkuasa maka mungkin tidak akan ada madrasah ataupun sekolah-sekolah agama seperti sekarang ini. Hal ini dikarenakan PKI menganut paham komunis yang tidak percaya dengan agama” ucap Agus.

Kepala MTsN 2 Tanggamus, Nurzaman, S.Ag, M.Pd. I  Ketika ditemui awak Humas mengajak kepada seluruh siswa untuk selalu menjauhi paham-paham komunis dan lebih meningkatkan lagi keimanan kepada Allah SWT.

 “kita sebagai pemuda penerus bangsa harus mengenang jasa-jasa pahlawan yang sudah gugur demi mempertahankan NKRI tercinta. Mungkin kalian masih ada yang bertanya-tanya kenapa kita harus mengenang jasa Beliau? Sedangkan kita tak pernah mengenal ataupun bertemu dengan Beliau.

Alasannya karena tanpa pengorbanan mereka negara ini tidak akan seaman yang kita rasa. Ada beberapa cara agar kita dapat mengenang jasa pahlawan, salah satunya yaitu mengikuti upacara dengan sangat khitmad, “ujar Nurzaman.

"Tidak jarang diantara kalian masih banyak yang bermain-main atau bergurau saat upacara sudah dimulai. Hal tersebut menjadi nilai minus tersendiri pada kita semua. Karena tanpa kita sadari perilaku yang menurut kita itu wajar-wajar saja adalah perilaku yang mengakibatkan kita tidak menghargai atau mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur di medan perang hanya demi generasi dan negaranya tenteram".

"Untuk itu marilah para siswa siswi MTsN 2 Tanggamus sebagai pemuda-pemudi penerus bangsa, ubahlah perilaku kalian untuk bisa menghargai dan mengenang jasa para pahlawan yang sudah rela disiksa dan dibunuh demi keutuhan negara Indonesia. Mulailah berubah dari hal kecil seperti halnya tidak berbicara saat upacara bendera, itu sudah menjadi awal perubahan yang baik untuk kita, "ajak Nurzaman. (Idef/Mela Basyar)